7 Remaja Ditangkap Saat Hendak Tawuran, Polisi Ingatkan Orang Tua Awasi Anak di Malam Hari

Tujuh orang remaja bersenjata tajam diciduk saat nongkrong di Jalan Raden Saleh Raya, Minggu (11/5) dini hari.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
7 Remaja Ditangkap Saat Hendak Tawuran, Polisi Ingatkan Orang Tua Awasi Anak di Malam Hari
7 Remaja Ditangkap Saat Hendak Tawuran (Istimewa)

Polisi mengagalkan rencana tawuran dua kelompok pemuda di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Tujuh orang remaja bersenjata tajam diciduk saat nongkrong di Jalan Raden Saleh Raya, Minggu (11/5) dini hari.

Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita dua celurit dan empat unit sepeda motor yang digunakan oleh mereka. Adapun, ketujuh orang sebagaian besar masih di bawah umur berstatus pelajar dan sudah putus sekolah.

Mereka adalah MT (15), GR (16), SRP (18), RS (18), AAM (18), AB (29), dan YF (23).

Kasat Samapta Kompol William Alexander menjelaskan, ketujuh orang ini terendus saat anggotanya sedang melakukan patroli. Didapati pemuda yang gelagatnya sangat mencurigakan.

"Saat didekati, mereka mencoba menghindar dan membuang sesuatu. Setelah diperiksa, ditemukan dua celurit yang diduga akan digunakan untuk tawuran," kata dia dalam keteranganya, Minggu.

Kini ketujuh orang dibawa di Polsek Menteng. Mereka bakal dijerat UU Darurat dengan ancaman 10 tahun penjara.

"Kami tak akan ragu bertindak tegas demi keselamatan masyarakat," ucap dia.

Ingatkan Orang Tua Awasi Anak

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan komitmen jajarannya dalam menindak setiap potensi gangguan keamanan.

"Kami tidak akan beri toleransi terhadap aksi kekerasan jalanan. Tawuran bukan budaya, ini kejahatan. Apalagi membawa senjata tajam, itu pelanggaran serius," ujar Susatyo.

Dia juga mengingatkan pentingnya pengawasan keluarga terhadap anak-anak, terutama di malam hari.

"Kami minta para orang tua menjaga dan mendidik putra-putrinya. Jangan biarkan mereka keluar malam jika tidak ada keperluan mendesak. Dorong mereka untuk terlibat dalam kegiatan positif yang membangun masa depan. Jangan biarkan anak-anak kita bersimbah darah di jalanan," pungkasnya.

Rekomendasi