7 Karakter Budaya Penting Lulusan Perguruan Tinggi di Era Disrupsi, Menbud Fadli Zon: Jati Diri Bangsa Kunci Bersaing

Menteri Kebudayaan Fadli Zon tekankan pentingnya memiliki **karakter budaya** bagi lulusan perguruan tinggi untuk hadapi era disrupsi digital, menjaga jati diri, dan bersaing global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
7 Karakter Budaya Penting Lulusan Perguruan Tinggi di Era Disrupsi, Menbud Fadli Zon: Jati Diri Bangsa Kunci Bersaing
Menteri Kebudayaan Fadli Zon tekankan pentingnya memiliki **karakter budaya** bagi lulusan perguruan tinggi untuk hadapi era disrupsi digital, menjaga jati diri, dan bersaing global. (Merdeka.com)

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus memiliki karakter budaya yang kuat. Hal ini krusial untuk menghadapi tantangan era disrupsi digital dan kecerdasan buatan yang semakin kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan Menbud Fadli Zon saat menghadiri acara wisuda di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok. Acara ini merupakan wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor Periode Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025.

Menurut Fadli Zon, karakter budaya ini akan menjadi modal penting bagi para lulusan untuk bersaing di dunia kerja. Selain itu, karakter ini juga berfungsi untuk menjaga jati diri bangsa Indonesia di kancah global.

Menbud Fadli Zon menjelaskan bahwa karakter yang terintegrasi dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap adalah fondasi utama. Karakter ini, yang ditentukan oleh budaya, sangat penting bagi para lulusan perguruan tinggi.

Lulusan diharapkan mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif dengan bekal karakter budaya. Mereka juga diharapkan dapat berperan aktif dalam pemajuan kebudayaan nasional.

“Karakter yang terintegrasi dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap akan menjadi modal penting bagi para lulusan. Karakter itu ditentukan oleh budaya yang dimiliki,” ujar Menbud Fadli Zon dalam siaran pers.

Fadli Zon merinci tujuh karakter budaya esensial yang harus dimiliki oleh para lulusan perguruan tinggi. Karakter-karakter ini mencakup kemampuan berpikir kritis dan adaptasi terhadap teknologi.

Selain itu, lulusan perlu berakar pada nilai kearifan lokal serta memiliki jiwa kolaboratif dan inklusif. Kesadaran ekologis dan sosial juga menjadi bagian penting dari karakter budaya ini.

Karakter lainnya adalah beridentitas nasional di tengah dunia global yang dinamis serta kreatif dan inovatif berbasis budaya. Indonesia, dengan kekayaan budayanya, memiliki potensi besar untuk mendunia.

“Indonesia adalah negara dengan kekayaan budaya luar biasa, bahkan disebut sebagai mega diversity. Tantangan kita adalah bagaimana budaya ini bisa mendunia sebagaimana fenomena budaya Korea yang digandrungi generasi muda,” kata Menbud Fadli Zon.

Untuk memajukan budaya di era digital, Menbud Fadli Zon mengemukakan beberapa strategi konkret. Ini termasuk digitalisasi warisan budaya dan pengembangan produk kreatif berbasis budaya.

Pemanfaatan media sosial, penggunaan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) juga menjadi bagian dari strategi ini. Integrasi kecerdasan buatan (AI) turut ditekankan untuk inovasi.

Kolaborasi antara komunitas budaya, seniman, dan pelaku teknologi sangat vital untuk implementasi strategi ini. Perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui tridharma mereka.

Perguruan tinggi diharapkan melahirkan lulusan dengan karakter budaya kuat, berakar pada kearifan lokal, dan mampu membangun jejaring global. Rektor UI, Heri Hermansyah, menambahkan bahwa UI kini masuk top 200 universitas dunia, tepatnya di peringkat global ke-189.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi