600 Personel Gabungan Bergerak Cepat dalam Pembersihan Sampah Pascabanjir Rawajati

Ratusan personel gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Jaksel dikerahkan untuk Pembersihan Sampah Pascabanjir Rawajati, mengatasi tumpukan sampah plastik penyebab banjir di bantaran Sungai Ciliwung.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
600 Personel Gabungan Bergerak Cepat dalam Pembersihan Sampah Pascabanjir Rawajati
Ratusan personel gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Jaksel dikerahkan untuk Pembersihan Sampah Pascabanjir Rawajati, mengatasi tumpukan sampah plastik penyebab banjir di bantaran Sungai Ciliwung. (AntaraNews)

Sebanyak 600 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) dikerahkan dalam aksi Pembersihan Sampah Pascabanjir Rawajati. Kegiatan ini berpusat di bantaran Sungai Ciliwung, kawasan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Inisiatif ini bertujuan mengatasi dampak banjir yang melanda wilayah tersebut.

Kerja bakti besar-besaran ini dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari, sebagai respons cepat terhadap tumpukan sampah. Sampah plastik menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya saluran pompa air di Rawajati. Kondisi ini kerap menghambat proses penyedotan air saat debit Sungai Ciliwung meningkat.

Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar menyatakan bahwa gerebek sampah sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama di musim hujan seperti sekarang, kegiatan ini menjadi langkah antisipasi banjir. Beberapa kali pompa air di kawasan tersebut terganggu akibat sampah.

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan banjir. Ia menyoroti sampah plastik yang menjadi pemicu utama tersumbatnya saluran pompa air di Rawajati. Kondisi ini sangat vital mengingat curah hujan yang masih berpotensi tinggi di Jakarta.

Anwar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Kesadaran kolektif menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari ancaman banjir. Partisipasi aktif warga sangat diharapkan demi keberlanjutan program ini.

Selain pembersihan sampah di bantaran sungai, petugas juga melakukan pengerukan sedimen lumpur di dasar Sungai Ciliwung. Langkah ini krusial untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai. Normalisasi juga menyasar sejumlah saluran penghubung dan saluran air lainnya di wilayah Jakarta Selatan.

Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi tulang punggung dalam program kebersihan lingkungan di Jakarta Selatan. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Polisi I Putu Yuni Setiawan, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan gerebek sampah ini. Hal ini merupakan bagian dari program nasional kebersihan lingkungan.

Polres Metro Jaksel bersama Kodim 0504 Jaksel mendukung penuh Program ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Kegiatan pembersihan sampah ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah. Khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Jakarta Selatan.

Dandim 0504 Jakarta Selatan, Kolonel Inf Amaraldo Cornelius, menegaskan komitmen sinergi ini akan terus berlanjut. Tujuannya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menekan risiko banjir. Melalui kegiatan bersih-bersih ini, diharapkan lingkungan lebih terjaga dan masyarakat semakin sadar pentingnya kebersihan.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan memastikan kegiatan gerebek sampah dan kerja bakti akan terus digelar secara berkelanjutan. Tidak hanya sungai utama, saluran air di kawasan permukiman juga menjadi sasaran karena kerap menjadi penyebab genangan saat hujan deras. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar sebagai bagian dari gerakan "Jaga Jakarta Bersih", melibatkan dukungan dua alat berat dan belasan truk pengangkut sampah dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk efektivitas pembersihan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi