6 Mahasiswa IAIN Palangka Raya yang Joget di Atas Ambulans Bakal Disidang Etik Kampus

Polisi melimpahkan kasus enam mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya berjoget di atas ambulans ke kampus. Enam mahasiswa itu sebelumnya diperiksa polisi setelah aksi berjoget di atas ambulans viral di media sosial.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
6 Mahasiswa IAIN Palangka Raya yang Joget di Atas Ambulans Bakal Disidang Etik Kampus
Aksi Viral Mahasiswa Joget di Ambulans. Instagram/@indotoday ©2021 Merdeka.com

Polisi melimpahkan kasus enam mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya berjoget di atas ambulans ke kampus. Enam mahasiswa itu sebelumnya diperiksa polisi setelah aksi berjoget di atas ambulans viral di media sosial.

"Iya (tidak dilanjuti proses hukumnya), sanksi dari akademik kampus," kata Kasat Reskrim Polres Kapuas AKP Kristanto Situmeang saat dihubungi, Kamis (26/8).

Adapun kronologi kejadian viral aksi joget di atas ambulans itu terjadi pada 21 Agustus 2021 sekitar pukul 10.00 WIB di jalam menuju perusahaan HTI menuju dusun Bereng Basuran, Mentanggai, Kapuas, Kalimantan Tengah. Para mahasiswa itu sedang melangsungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Mereka yang ditemani salah seorang warga desa hendak pergi ke Dusun Bereng Basuran hendak mengambil kayu untuk dibuat sebagai tanda petunjuk arah ke desa tersebut.

"Para mahasiswa berangkat dengan meminjam atau menggunakan mobil ambulans milik Desa Humbang Raya," kata Kristanto.

Saat di tengah penjalanan, mereka yang kala itu sedang manaiki ambulans terpaksa menghentikan perjalanannya, karena jembatan putus. Sehingga mereka turun dari mobil dan memeriksa kondisi jalan.

Lalu, salah satu mahasiswa secara spontan memutar musik menggunakan handphone yang disambungkan dengan pengeras suara ambulans. Mendengar musik tersebut, mereka sontak berjoget di pintu mobil hingga naik ke atas ambulans.

Aksi mereka direkam salah satu rekannya tanpa maksud apapun. Namun kemudian rekaman itu dibagikan ke WhatsApp Story oleh salah seorang mahasiswa.

"Sehingga beredar dan viral di media sosial dunia maya dan menimbulkan kegaduhan di media sosial," ujar dia.

Pada kesempatan terpisah melalui video yang diterima merdeka.com, terlihat salah satu mahasiswi yang mewakili teman- temannya turut mengucapkan permohonan maafnya atas aksi mereka berjoget di atas ambulans.

"Sebelumnya kami ingin meluruskan bahwa kami tidak berniat membuat video tersebut berniat pergi ke hutan kemudian menggunakan ambulans untuk melakukan aksi video atau membuat konten video. Tetapi semuanya terjadi secara spontan, kami menyadari secara sadar bahwa apa yang kami lakukan itu sangat melanggar norma-norma yang berlaku di Indonesia," ujar salah satu mahasiswi.

Mereka pun menyadari apa yang dilakukan tidaklah pantas, karena itu dia meminta maaf kepada seluruh pihak atas kegaduhan yang terjadi akibat aksi joget di atas ambulans.

"Kepada seluruh pihak yang dirugikan atas kejadian ini, terutama kepada pihak desa kemudian juga pihak satgas untuk penyalahgunaan fasilitas yang telah kami lakukan. Kami menyesali perbuatan kami, kami berjanji tidak akan melakukan kegiatan tersebut lagi, tidak akan melakukan aksi yang seperti ada di video tersebut lagi," terangnya.

Sedangkan pada video selanjutnya, pihak kampus IAIN menyatakan akan melakukan proses sidang kode etik atas apa yang dilakukan kepada para anak didiknya tersebut.

"Kami investigasi juga dan ini mungkin ada sidang kode etiknya, saya adalah ketua sidang kode etik mahasiswa dan semoga dapat kami selesaikan juga termasuk nanti ada orang-orangnya siapa yang share, siapa yang foto," kata akil Rektor III IAIN Palangka Raya, Sadiani dalam video tersebut.

"Sampai nanti siapa yang bisa sudah lulus. Ini sudah lulus pak, sudah lulus KKN, mengulang. Kemudian ada yang skor kode etik, ada yang dikurangi mata kuliahnya, dihilangkan di nol kan mata kuliah itu," tandasnya.

Rekomendasi