Prabowo Kerahkan Menteri Pantau 8.000 Kopdes Merah Putih

Prabowo memerintahkan menteri hingga Pangdam memantau langsung 8.000 Kopdes Merah Putih yang ditargetkan mulai beroperasi pekan ini.

Cinta Najwa Fauzi
Oleh Cinta Najwa Fauzi - Reporter
Prabowo Kerahkan Menteri Pantau 8.000 Kopdes Merah Putih
Menteri - Menteri di Rapat Koordinasi Terbatas Menteri Koordinator Bidang Pangan, Jakarta (14/10/2026).

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan para menteri, wakil menteri, hingga Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) untuk memantau langsung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Monitoring serentak ini mulai dilakukan pada Kamis (15/10) terhadap 8.000 kopdes merah putih ditargetkan mulai beroperasi pekan ini.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, penugasan tersebut dilakukan untuk memastikan koperasi dapat berjalan sesuai rencana sekaligus mengatasi kendala yang ditemukan di lapangan, termasuk persoalan logistik.

"Mulai besok (15/10/2026), kita akan gelar monitoring serentak. Seluruh menteri dan wakil menteri sudah dibagi tugas untuk mengecek langsung titik-titik koperasi," kata Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10).

Zulhas menjelaskan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, pemantauan tidak hanya dilakukan oleh jajaran menteri dan wakil menteri. Untuk wilayah yang sulit dijangkau, monitoring juga melibatkan Pangdam, gubernur, hingga bupati agar pelaksanaan program tetap terpantau.

Dari total 8.000 Kopdes Merah Putih yang menjadi sasaran awal, sebanyak 107 titik akan dipantau langsung oleh 19 orang yang terdiri dari menteri, wakil menteri, kepala badan, dan wakil kepala badan. Selain itu, sembilan perwakilan badan usaha milik negara (BUMN) turut dilibatkan dalam pemantauan, seperti PLN, Bulog, BRI, BNI, Mandiri, Pertamina, ID Food, Pupuk Indonesia, hingga PTPN.

Sementara itu, titik-titik lainnya akan dipantau oleh pemerintah daerah, mulai dari gubernur dan bupati hingga Pangdam di berbagai wilayah.

Zulhas menyebut kegiatan monitoring tersebut akan berlangsung selama delapan (8) hari ke depan. Menurutnya, pengawasan langsung diperlukan untuk memperkuat kepemimpinan dan pendampingan dalam pelaksanaan program yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari camat, kepala desa, hingga pengurus koperasi.

Pembagian Tim Pemantauan Titik Kopdes Merah Putih
Pembagian Tim Pemantauan Titik Kopdes Merah Putih, Jakarta (14/10/2026).

Buka Posko Pantau 24 Jam

Untuk mendukung pengawasan, pemerintah juga membuka Posko Pantau 24 Jam yang dipimpin Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama tim deputi dan perwakilan lintas kementerian.

Melalui posko tersebut, pemerintah akan memantau perkembangan pelaksanaan program serta mengidentifikasi kendala yang membutuhkan penanganan segera. Zulhas mengatakan, dirinya akan menerima laporan harian setiap sore sebagai bahan evaluasi terhadap perkembangan operasional Kopdes Merah Putih.

"Setiap sore saya akan menerima laporan harian, dan jika ada kendala di lapangan yang terhalang, saya akan langsung turun tangan," ujar dia.

Pemerintah menargetkan 35.000 Kopdes Merah Putih dapat beroperasi sebagai bagian dari pengembangan program koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Pelaksanaan monitoring terhadap 8.000 koperasi pada tahap awal diharapkan dapat memastikan kesiapan operasional sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai kendala sebelum program diperluas.

Rekomendasi