Warga Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, Kalimantan Timur, hampir dua pekan ini dibikin resah dengan kematian lebih kurang 50 hewan ternak secara tidak wajar. Ada dugaan disebabkan gigitan anjing hutan. Dugaan lain, disebabkan gigitan anjing jadi-jadian.Kematian hewan ternak warga Lempake ini terdiri dari 34 ekor kambing dan 21 ekor ayam. "Kematian hewan ternak warga ini tidak wajar. Karena ada bekas gigitan di leher, tapi tidak ada bekas tau ceceran darah," kata Camat Samarinda Utara Syamsul Alam, kepada merdeka.com, Sabtu (1/7)."Malam tadi, ada lagi 1 ekor kambing warga yang mati dengan kondisi yang sama. Memang, ini membuat warga resah," ujar Syamsul.Merebak kabar, kematian hewan ternak warga secara tak wajar itu, disebabkan gigitan anjing jadi-jadian. Bahkan disebut-sebut anjing berkepala manusia. Meski demikian, kabar itu belum bisa dipastikan kebenarannya."Bahkan ada warga yang melihat di malam hari, ada anjing terbang. Tapi itu belum bisa dipastikan benar tidaknya. Dugaan sementara, memang gigitan hewan atau binatang hutan. Karena sekitar permukiman warga itu hutan," tambah Syamsul.Beberapa hari terakhir ini, warga terus mengintensifkan ronda di malam hari. Mengingat, rata-rata kematian hewan ternak mereka, baru diketahui pagi hari. Kematian hewan ternak memang menyisakan tanda tanya besar."Dini hari tadi, warga juga menggelar Salat Tahajud. Ada sekitar 40 orang Salat Tahajud, meminta dijauhkan dari kejadian ini," sebut Syamsul.Sementara, salah seorang warga Lempake Suryanto mengungkapkan, kematian hewan ternak tidak wajar memang membuat warga was-was. Sebab, selain kambing, juga menyasar ternak ayam."Kalau wajar, di bekas gigitan di leher itu, pasti ada tersisa atau bekas darah, atau ceceran darah. Nah ini, ceceran darahnya tidak ada," kata Suryanto."Mudah-mudahan bisa segera terungkap ya, penyebab pasti kematian hewan ternak ini. Supaya tidak berlarut-larut," demikian Suryanto.
50 hewan ternak mati tak wajar, warga duga akibat anjing jadi-jadian
Warga Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, Kalimantan Timur, hampir dua pekan ini dibikin resah dengan kematian lebih kurang 50 hewan ternak secara tidak wajar. Ada dugaan disebabkan gigitan anjing hutan. Dugaan lain, disebabkan gigitan anjing jadi-jadian.
Advertisement
Rekomendasi