Sulap Limbah Jadi Biomassa, PLN EPI Bangun Ekosistem Peternakan Berkelanjutan di Gunungkidul

Tak sekadar memperbanyak jumlah hewan ternak, program ini sukses menyuntikkan tambahan pendapatan bagi peternak sekaligus membangun ekosistem peternakan terintegrasi

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Sulap Limbah Jadi Biomassa, PLN EPI Bangun Ekosistem Peternakan Berkelanjutan di Gunungkidul
PLN EPI Bangun Ekosistem Peternakan Berkelanjutan di Gunungkidul

Program budidaya kambing perah Peranakan Etawa (PE) yang diusung PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terbukti membawa dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hanya dalam kurun waktu sekitar dua tahun sejak bergulir, populasi ternak di Kelompok Gapoktan Tani Mulya Kalurahan Gombang melesat hingga 52 persen, yakni bertambah dari 21 ekor menjadi 32 ekor.

Tak sekadar memperbanyak jumlah hewan ternak, program ini sukses menyuntikkan tambahan pendapatan bagi peternak sekaligus membangun ekosistem peternakan terintegrasi berbasis circular economy (ekonomi sirkular) yang menghubungkan sektor peternakan, pertanian, hingga pengembangan biomassa.

Inisiatif yang diawali pada Januari 2024 ini dibuka dengan penyaluran masing-masing 21 ekor kambing Peranakan Etawa kepada Gapoktan Tani Mulya Kalurahan Gombang dan Gapoktan Asem Mulya Kalurahan Karangasem. Guna memastikan program berjalan mandiri dan berkelanjutan, PLN EPI tidak sekadar memberikan bantuan fisik, melainkan juga memfasilitasi pendampingan secara komprehensif.

Para peternak dibekali serangkaian pelatihan, mulai dari teknik budidaya kambing perah, manajemen kesehatan ternak, pembuatan pakan fermentasi, pengolahan pupuk organik, hingga teknik penanaman vegetasi multifungsi seperti Indigofera, Kaliandra, dan Jatiputih. Daun dari tanaman-tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai pakan kaya nutrisi, sementara rantingnya diolah menjadi bahan baku biomassa. Seluruh pendekatan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem peternakan yang produktif, mandiri, serta mampu mengoptimalkan potensi lokal sebagai motor penggerak ekonomi warga.

Dampak positif program ini langsung menyentuh aspek ekonomi warga setempat. Masing-masing kelompok peternak kini telah memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp 1,5 juta dari hasil pengelolaan budidaya kambing PE. Di sisi lain, produksi susu kambing saat ini masih diprioritaskan untuk pemenuhan gizi anakan demi mempercepat siklus pengembangbiakan, sebelum nantinya dikomersialkan secara luas sebagai produk bernilai jual tinggi.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI. Mamit Setiawan mengatakan bahwa Program Desa Berdaya Energi merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian masyarakat melalui pengembangan potensi lokal yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan.

"PLN EPI meyakini bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan energi, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program Desa Berdaya Energi menjadi salah satu upaya kami untuk membangun ekosistem yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan melalui pengembangan peternakan terintegrasi dengan penanaman tanaman biomassa," ujar Mamit di Jakarta, Selasa (28/7).

Bangun Rantai Nilai

Menurut Mamit, budidaya kambing etawa tidak berhenti pada peningkatan populasi ternak, tetapi diarahkan untuk membangun rantai nilai yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Limbah peternakan dimanfaatkan menjadi pupuk organik, pupuk digunakan untuk membudidayakan tanaman biomassa seperti kaliandra dan indigofera, kemudian daun dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak sehingga membentuk siklus produksi yang efisien, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan. Serta susu kambing dimanfaatkan untuk bahan baku coklat dan penanggulangan stunting.

Manfaat dari integrasi sistem ini pun dirasakan langsung oleh warga di lapangan. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mulya Kalurahan Gombang, Satiman, mengaku program yang dijalankan PLN EPI telah memberikan perubahan positif bagi kelompok tani dan peternak di desanya.

"Program ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi kami. Kami tidak hanya menerima bantuan kambing etawa, tetapi juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai cara beternak yang baik, pembuatan pupuk organik, hingga tanaman biomassa seperti Indigofera. Dengan sistem yang saling terintegrasi ini, masyarakat memiliki peluang memperoleh tambahan pendapatan sekaligus mengembangkan usaha peternakan yang lebih berkelanjutan," ujar Satiman.

Keberhasilan Program Desa Berdaya Energi ini menjadi bukti konkret bahwa prinsip keberlanjutan dapat terwujud secara optimal lewat kolaborasi erat antara korporasi dan masyarakat lokal. Dengan mentransformasi potensi daerah menjadi nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan, PLN EPI terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Rekomendasi