Sejumlah korban luka dari insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta dibawa ke sejumlah rumah sakit. Selain RSIJ Cempaka Putih, ada 7 korban yang dibawa ke RS Yarsi Jakarta. Menurut Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi, sebanyak 6 korban luka masuk dalam rawatan dan satu orang sisanya masuk ruang operasi.
"Saat ini kami mendapat beberapa korban yang diantar ke Rumah Sakit Yarsi. Ada 6 korban yang awal masuk ke emergency dan 1 korban yang kita tindak lanjutan, kita operasi ya. Jadi total itu ada 7 ya," kata dr. Muhammadi di RS Yarsi Jakarta, Jumat (7/11).
Dia menyampaikan, dari 6 korban yang masuk ruang emergency, 5 korban mengeluhkan gangguan pendengaran. Kemudian satu korban luka ringan dan sudah bisa pulang, sedangkan sisa satu korban lagi, menjalani tindakan operasi.
"Teman-teman yang lima orang itu kan tidak bisa mendengar, yang satu masuk kamar operasi perawatan lukanya. Jadi dia yang kasus khusus tadi yang berat, itu yang red zone itu langsung kita atasi, teman-teman spesialis langsung turun juga ke lapangan," katanya.
Dia memastikan 7 korban yang dirawat RS Yarsi akan ditangani secara maksimal. Selain itu saat para korban masuk menjalani perawatan, semua dalam kondisi sadar.
"Sadar semuanya, kita all out siap bantu pelayanan dan kita memang ready," dia menandasi.
Advertisement
Insiden Ledakan
Diketahui, sebuah ledakan terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta sekitar pukul 12.00 WIB siang. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut dan langsung mendapat perawatan intensif ke rumah sakit terdekat.
Saat ini Polri masih menyelidiki penyebab pasti ledakan, termasuk sumber ledakan di area SMAN 72 Jakarta. Aparat gabungan juga telah memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.