40 Organisasi Bersatu! Pemuda Bekasi Perkuat Toleransi Lintas Agama, Bangun Kondusif Wilayah

Puluhan organisasi kepemudaan di Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam 'Kongsi Banda' berkomitmen memperkuat persatuan. Pemuda Bekasi bertekad bangun toleransi lintas agama demi wilayah kondusif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
40 Organisasi Bersatu! Pemuda Bekasi Perkuat Toleransi Lintas Agama, Bangun Kondusif Wilayah
Puluhan organisasi kepemudaan di Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam 'Kongsi Banda' berkomitmen memperkuat persatuan. Pemuda Bekasi bertekad bangun toleransi lintas agama demi wilayah kondusif. (Merdeka.com)

Puluhan organisasi kepemudaan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini menyatakan komitmen kuat untuk memperkuat persatuan. Mereka bertekad mempererat persaudaraan lintas agama sebagai upaya konkret membangun kondusifitas wilayah.

Komitmen ini disampaikan dalam sebuah agenda penting bertajuk 'Kongko Toleransi Bareng Anak Muda' atau disingkat Kongsi Banda. Acara ini difasilitasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi dan berlangsung di Aula Kantor FKUB setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 40 peserta dari beragam organisasi kepemudaan, termasuk kelompok Cipayung Plus, Pemuda Katolik, Kristen HKBP, hingga berbagai organisasi pemuda Islam. Inisiatif ini menandai langkah proaktif dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Agenda 'Kongko Toleransi Bareng Anak Muda' atau Kongsi Banda menjadi wadah bagi puluhan organisasi kepemudaan di Kabupaten Bekasi untuk menyatukan visi. Mereka bersepakat bahwa perbedaan yang ada seharusnya tidak menjadi pemicu perpecahan, melainkan kekuatan.

Wakil Ketua FKUB Kabupaten Bekasi, Wawan Dirwanto, menegaskan pentingnya pandangan ini. "Perbedaan jangan dijadikan bahan perpecahan, tetapi justru menjadi rahmat dan kekuatan untuk membangun negara ini dalam bingkai persatuan dan kesatuan," ujarnya di Cikarang.

Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus (HMI, KAMMI, GMNI, GMKI, PMII, IMM), Pemuda Katolik, Kristen HKBP, hingga sejumlah organisasi pemuda Islam. Keberagaman ini menunjukkan representasi luas dari pemuda Bekasi.

Wawan menambahkan bahwa kegiatan serupa direncanakan akan digelar minimal setahun sekali. Hal ini bertujuan untuk terus mempererat tali persaudaraan di antara pemuda lintas agama, menjaga semangat toleransi tetap hidup.

Toleransi di kalangan pemuda Kabupaten Bekasi dinilai sudah berjalan dengan baik, terbukti dari solidnya berbagai organisasi kepemudaan berbasis agama. Mereka mampu menjaga keharmonisan tanpa adanya konflik yang berarti di tengah masyarakat.

Wawan Dirwanto berharap generasi muda akan terus menjunjung tinggi nilai toleransi. Ia juga mengingatkan agar pemuda tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketua Forum Pemuda Lintas Agama (Formula) Kabupaten Bekasi, Septa D, menambahkan bahwa Kongsi Banda memiliki tujuan penting. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat pemuda semakin melek toleransi, sehingga tidak ada lagi penolakan terhadap pembangunan rumah ibadah.

"Umat beragama harus bisa beribadah dengan tenang agar Kabupaten Bekasi tetap aman, damai dan sejahtera," kata Septa D, menekankan pentingnya kebebasan beribadah sebagai fondasi kerukunan.

Inisiatif FKUB Kabupaten Bekasi dalam memperkuat persatuan melalui organisasi kepemudaan lintas agama mendapatkan apresiasi positif dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota DPRD Jawa Barat, Christin Novalia Simanjuntak, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Christin menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang yang sangat baik untuk meningkatkan semangat toleransi di Kabupaten Bekasi, khususnya di kalangan anak muda. Ia melihat banyak gagasan segar yang muncul dari diskusi para pemuda.

"Kegiatan ini menjadi ajang untuk meningkatkan semangat toleransi di Kabupaten Bekasi terutama di kalangan anak muda. Sangat positif, banyak menghadirkan gagasan yang fresh, semoga bisa diadakan secara berkelanjutan," ujar Christin.

Harapan besar diletakkan pada keberlanjutan program semacam ini untuk terus memupuk nilai-nilai toleransi dan persatuan di masa mendatang. Dengan demikian, Pemuda Bekasi dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusifitas wilayah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi