Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa banjir di Kabupaten Aceh Jaya terus meluas. Musibah ini kini merambah 38 gampong dan telah berdampak pada 5.637 jiwa penduduk setempat.
Pemerintah Aceh, melalui Plh Kepala Pelaksana BPBA Abd Aziz, menyatakan telah memulai penyaluran bantuan darurat. Respons cepat ini dilakukan sesuai arahan Gubernur Aceh untuk membantu masyarakat terdampak.
Banjir yang terjadi sejak Sabtu, 18 Oktober, disebabkan oleh meluapnya air sungai akibat intensitas hujan deras. Kondisi ini menyebabkan genangan di pemukiman warga serta kerusakan infrastruktur penting.
Advertisement
Advertisement
Data terbaru dari BPBA menunjukkan bahwa banjir Aceh Jaya telah menjangkau 38 desa, meningkat dari 34 desa sebelumnya. Total 1.827 KK atau 5.637 jiwa kini merasakan langsung dampak dari bencana alam ini.
Plh Kepala Pelaksana BPBA, Abd Aziz, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam merespons cepat situasi darurat. “Kami dari Pemerintah Aceh berusaha secepat mungkin merespon bencana yang terjadi di daerah sesuai arahan Gubernur Aceh,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, bantuan tanggap darurat berupa 200 lembar kain sarung telah disalurkan kepada warga terdampak. Penyaluran ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di tengah kesulitan.
Advertisement
Advertisement
Musibah banjir Aceh Jaya ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Sabtu, 18 Oktober 2025 dini hari. Intensitas hujan yang terus-menerus menyebabkan debit air sungai meluap secara signifikan.
Meluapnya sungai-sungai tersebut mengakibatkan genangan air di berbagai wilayah pemukiman warga. Kondisi ini membuat akses jalan di beberapa titik tidak dapat dilalui, mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Wilayah yang terdampak meliputi tiga desa di Kecamatan Panga, sebelas desa di Kecamatan Darul Hikmah, dan tujuh desa di Kecamatan Setia Bakti. Selain itu, dua desa di Teunom, satu desa di Pasie Raya, tujuh desa di Krueng Sabee, tiga desa di Jaya, dan empat desa di Sampoiniet juga ikut terendam.
Advertisement
Sebagian masyarakat yang terdampak telah mengungsi secara mandiri ke tempat kerabat atau rumah saudara mereka. BPBK Kabupaten Aceh Jaya juga telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan koordinasi dan pendataan kerugian.
Advertisement
Selain genangan air, banjir Aceh Jaya juga menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur penting. Jembatan di Desa Alue Gajah, Kecamatan Darul Hikmah, dilaporkan mengalami kerusakan total.
Akses jalan Sapek - Gle Seubak di Kecamatan Setia Bakti juga tidak luput dari kerusakan akibat terjangan banjir. Kondisi ini mempersulit mobilitas warga dan penyaluran bantuan ke daerah terpencil.
Abd Aziz menambahkan, dua desa yakni Gle Putoh dan Panton Krueng di Kecamatan Panga masih terisolir dengan ketinggian air mencapai satu meter. Curah hujan tinggi turut memicu longsor tebing gunung di perumahan warga Desa Lhok Kruet, merusak kebun-kebun.
Advertisement
Hingga malam ini, beberapa wilayah sudah mulai surut, namun genangan air masih merendam lahan pertanian dan perkebunan warga. “Hujan masih turun di beberapa tempat dalam intensitas ringan,” kata Abd Aziz, mengindikasikan potensi banjir susulan.
Sumber: AntaraNews