2 Kali Batal Sidang, Jaksa Bungkam Ditanya Alasan Tak Hadirkan Bos First Travel

Rabu, 27 Maret 2019 21:31 Reporter : Nur Fauziah
2 Kali Batal Sidang, Jaksa Bungkam Ditanya Alasan Tak Hadirkan Bos First Travel Sidang kasus First Travel. ©2019 Merdeka.com/Nur Fauziah

Merdeka.com - Untuk kedua kalinya korban calon jemaah First Travel harus merasa kecewa. Agenda sidang gugatan atas perbuatan melawan hukum yang seharusnya menghadirkan Andika Surahman batal digelar.

Pembatalan ini sudah dua kali terjadi tanpa ada alasan jelas mengapa Andika tidak dapat dihadirkan.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok, Sobandi mengatakan penundaan dilakukan hingga pekan depan. Para korban calon jemaah melakukan gugatan atas perbuatan melawan hukum dengan meminta pada negara agar tidak mengeksekusi aset ketiga bos travel.

"Karena tidak lengkap, sidang gugatan diundur hingga pekan depan. Kami harap, Jaksa bisa menghadirkan," kata Sobandi, Rabu (27/3).

Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Depok pun tidak memberikan penjelasan apapun mengenai ketidakhadiran Andika. Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari hanya membenarkan adanya agenda sidang yang seharusnya digelar hari ini. Namun dia bungkam perihal tidak hadirnya Andika.

"Pemohon (jemaah) meminta ganti rugi terhadap First Travel," katanya singkat.

Hal itu pun membuat korban kecewa. Karena mereka sudah dua kali datang untuk melihat sidang namun terus-menerus batal digelar. Para korban pun berencana untuk mengadukan nasib ke Presiden.

Menurut jemaah, Presiden harus mengetahui bahwa uang yang diberikan ke First Travel bukan hasil dari korupsi atau mencuri namun berasal dari keringat usaha. "Yang diambil itu orang-orang kecil, bukan penjabat ada yang buruh cuci, jualan nasi uduk. Saya sendiri sudah bayar 34 Juta, tambahan dua juta saya lunasi semua diikuti tapi sekarang apa hasilnya. Uang hilang, kami tidak bisa berangkat Umrah," kata Elly salah satu korban.

Dia mengaku kecewa sekali dengan pihak pengadilan dan kejaksaan. Pasalnya mereka merasa tidak dianggap oleh pihak Pengadilan maupun Kejaksaan.

"Saking ingin umrah, kami ngumpulin sedikit demi sedikit. Dengan cara apapun, kami akan berupaya memperjuangkan bahkan merampas aset mereka yang merupakan hak jamaah kami berani," tukasnya.

Kuasa Hukum korban Jamaah First Travel Riezky Rahmadiansyah mengaku kecewa terhadap kejaksaan. Padahal kejaksaan sudah berjanji akan menghadirkan Andika pada sidang ini.

"Kami sudah cukup kecewa dengan Kajari, kemarin beliau berjanji untuk menghadirkan tergugat. Sudah jelas Andika mau bertanggung jawab atas perbuatannya kepada jemaah. Dia ingin menjelaskan langsung kepada mereka. Kalau sekarang, jemaah datang semua ke rutan kan enggak mungkin," katanya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. First Travel
  2. Penipuan Umrah
  3. Depok
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini