19 Kali Bobol Rumah Kosong di Mojokerto, Nur Haji Ditembak Polisi

Selasa, 10 September 2019 01:41 Reporter : Budi Widayat
19 Kali Bobol Rumah Kosong di Mojokerto, Nur Haji Ditembak Polisi Perampok rumah kosong di Mojokerto ditangkap. ©2019 Merdeka.com/budi widayat

Merdeka.com - Nur Haji (48), warga Desa Brangkal, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, spesialis pembobol rumah kosong ditembak polisi karena melawan saat ditangkap. Pelaku diringkus petugas usai mencuri di kawasan perumahan Wates, Kota Mojokerto, Minggu (8/9) dini hari.

Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan pelaku diciduk saat berpapasan dengan polisi yang kebetulan sedang patroli di wilayah Bancang, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Petugas yang curiga dengan gerak-gerik pelaku kemudian dengan singkat berhasil meringkusnya, meski sempat ada perlawanan yang diberikan.

"Tersangka NH yang setelah dilakukan pendalaman, telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan modus operandi pengrusakan atap dan gembok di malam hari," jelasnya dalam keterangan pers, Senin (9/9).

Pelaku merupakan sindikat spesialis pembobol rumah kosong. Dari data polisi, aksi ini dilakukan yang ke 19 tahun 2016 lalu. Di aksi terakhirnya, Nur Haji menggasak uang sebesar tujuh juta rupiah, sebelum akhirnya lebih dulu diringkus polisi.

"Sasarannya, uang, perhiasan, peralatan elektronik, HP, dan Laptop," terang Sigit.

Aksi pelaku ini terbilang lihai. Sebab, dari barang bukti yang diamankan, dapat disimpulkan pelaku merupakan spesialis pencurian dengan pemberatan yang biasa menjalankan aksinya sendirian pada malam hari, dengan menyasar rumah kosong.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku menggunakan linggis untuk melakukan pengrusakan. Untuk mengelabui warga dan petugas, pelaku menggunakan dua jaket berbeda. Satu digunakan saat masuk dan satu digunakan saat keluar.

Pelaku menggunakan sepeda motor dari rumah di Desa Brangkal, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik ke Kota Mojokerto. Sampai di tempat kos, pelaku berganti sepeda angin menuju sasaran rumah kosong. Aksinya tidak dicurigai warga lantaran banyak yang mengenalnya sebagai penjual nasi goreng.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Nur Haji dijerat pasal 363 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Perampokan
  2. Pencurian
  3. Mojokerto
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini