18 Negara Konfirmasi Ikuti IISAR 2026 di Tangerang, Basarnas Perkuat Kapasitas SAR Global

Basarnas mengumumkan 18 negara telah mengonfirmasi partisipasi dalam Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 di Tangerang, Banten, bertujuan memperkuat kolaborasi SAR global dan adopsi teknologi terbaru.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
18 Negara Konfirmasi Ikuti IISAR 2026 di Tangerang, Basarnas Perkuat Kapasitas SAR Global
Basarnas mengumumkan 18 negara telah mengonfirmasi partisipasi dalam Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 di Tangerang, Banten, bertujuan memperkuat kolaborasi SAR global dan adopsi teknologi terbaru. (AntaraNews)

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan sebanyak 18 negara telah mengonfirmasi partisipasi dalam Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026. Acara berskala internasional ini akan digelar pada 9-12 April 2026 di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyatakan bahwa perwakilan dari berbagai benua seperti Eropa, Amerika, Asia Tenggara, dan negara selatan-selatan siap mengirimkan delegasinya.

IISAR 2026, yang diprakarsai oleh Basarnas, diagendakan akan dihadiri oleh total 30 negara. Ajang ini dirancang sebagai forum penting untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, dan berbagi pengalaman antarnegara dalam menghadapi tantangan situasi darurat yang semakin kompleks.

Penyelenggaraan IISAR 2026 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas operasi pencarian dan pertolongan di tengah meningkatnya risiko bencana global. Inisiatif ini sekaligus menegaskan peran Indonesia dalam jejaring International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG), serta mendorong peningkatan profesionalisme SAR di tingkat internasional.

IISAR 2026 menjadi tonggak penting bagi upaya peningkatan kapasitas SAR di Indonesia dan dunia. Melalui ajang ini, diharapkan tercipta kolaborasi global yang lebih kuat serta adopsi teknologi terbaru untuk mendukung keselamatan manusia.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menekankan pentingnya acara ini untuk mempelajari perkembangan teknologi SAR dari negara lain dan bagaimana mereka mengoperasikannya. Pengetahuan ini dapat dipelajari bersama, tidak hanya oleh Basarnas, tetapi juga oleh potensi SAR di Indonesia.

Mohammad Syafii juga menambahkan bahwa potensi SAR wajib memiliki kompetensi di bidang SAR dan etos kerja cepat-tepat. Selain itu, kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim ketika melaksanakan operasi juga menjadi kunci keberhasilan.

Mohammad Syafii menjelaskan bahwa IISAR 2026 akan memiliki tiga agenda utama yang menarik dan komprehensif. Agenda tersebut meliputi pameran teknologi SAR, forum internasional, serta kompetisi SAR Challenge.

Pada sesi pameran, berbagai perusahaan dan lembaga riset, baik domestik maupun mancanegara, akan menampilkan teknologi terbaru pendukung operasi penyelamatan. Teknologi yang dipamerkan mencakup sistem pencarian hingga peralatan evakuasi mutakhir.

Forum internasional akan mempertemukan para pakar, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Diskusi dalam forum ini akan berfokus pada penguatan standar serta kerja sama global di bidang SAR.

Sementara itu, SAR Challenge akan menjadi ajang uji kesiapsiagaan tim dari berbagai negara dalam skenario penyelamatan yang dirancang menyerupai kondisi lapangan. Kompetisi ini menguji kemampuan teknis dan taktis tim penyelamat.

Penyelenggaraan IISAR 2026 menegaskan komitmen Indonesia dalam memajukan profesionalisme SAR di kancah internasional. Ini juga merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penanganan bencana.

Melalui ajang ini, Indonesia berharap dapat mendorong peningkatan kapasitas dan kapabilitas seluruh elemen SAR. Baik Basarnas maupun potensi SAR lainnya diharapkan dapat terus mengembangkan diri sesuai standar global yang berlaku.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi