Angin puting beliung yang menerjang wilayah Kabupaten Bantul menyebabkan ratusan rumah milik warga mengalami kerusakan baik tingkat ringan, sedang maupun tinggi. Dari data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul tercatat ada 108 rumah milik warga yang mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto menyampaikan saat ini pihaknya tengah fokus melakukan pembenahan atap-atap rumah warga yang rusak paska diterjang angin puting beliung. Dwi menerangkan rata-rata kerusakan di rumah warga ada di bagian atap rumah. Genteng maupun asbes atap rumah, kata Dwi, banyak yang hilang terbawa angin puting beliung.
"Data kerjadian angin puting beliung kemarin ada 108 rumah terkena dampak. Rata-rata kerusakan pada genting dan atap yang berterbangan. Nanti kita data secara detail di masyarakat," ujar Dwi saat memantau rumah warga di Dusun Sorowajan, Rabu (25/4).
Dwi menjabarkan pihak BPBD Kabupaten Bantul akan melakukan distribusi bantuan berupa seng maupun asbes. Penyaluran bantuan ini nantinya akan didistribusikan melalui Kepala Dukuh.
"Mengingat hujan masih sering mengguyur, nanti kita sampaikan asbes juga seng, dua itu. Genting nyusul karena tidak bisa langsung instan karena belum tentu pas dan tepat," tutur Dwi.
Dwi mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. Sebab, lanjut Dwi, saat ini wilayah DIY tengah mengalami musim pancaroba sehingga kemungkinan puting beliung bisa saja terjadi lagi.
"Warga harus tetap waspada. Terutama bagi warga di pemukiman padat. Ini menjadi perhatian kita," tutup Dwi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, puting beliung menerjang sejumlah wilayah di DIY seperti Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada Selasa (24/4) kemarin. Angin puting beliung terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya ratusan atap rumah warga mengalami kerusakan karena terjangan angin puting beliung ini.