10 WNA di Bali Jaringan Narkoba Amerika Latin Ditangkap, Bawa Kokain hingga Sabu buat Diedarkan

WNA yang ditangkap itu berasal dari Italia, Peru, India, dan Argentina.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
10 WNA di Bali Jaringan Narkoba Amerika Latin Ditangkap, Bawa Kokain hingga Sabu buat Diedarkan
Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol Radiant (merdeka.com)

Polda Bali dan BNN Bali menangkap 10 Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara yang membawa atau memiliki narkotika. Sebanyak 10 WNA itu ditangkap dari Januari hingga Agustus 2025. WNA yang ditangkap itu berasal dari Italia, Peru, India, dan Argentina.

"Dari bulan Januari sampai Agustus 2025, kurang lebih untuk masalah narkoba kurang lebih 10 (WNA) yang diamankan. Ada dari Italia, Peru, India, Argentina dan ada juga dari sini (yang menangkap) ada juga dari BNN (Bali) yang menangani," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol Radiant, di Mapolda Bali, Selasa (19/8).

Ia menyebutkan, untuk barang bukti yang paling banyak disita dari 10 WNA tersebut adalah narkotika jenis Kokain dan ada juga sabu. Kemudian, dari penangkapan itu untuk barang bukti kokain yang diamankan sekitar 3 hingga 4 kilogram.

"Kurang lebih 3 (hingga) 4 kilo (kokain) rata-rata itu. Tapi ada juga ada ditangani dari BNN provinsi. Karena kan dari Bea Cukai itu berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba (Polda Bali) dengan dari BNN," imbuhnya.

Ia juga menyebutkan rata-rata narkotika yang dibawa oleh para WNA adalah jenis kokain. Alasannya, karena barang tersebut cukup mahal untuk dijual kepada sesama WNA yang ada di Bali.

"Kalau dilihat jenis kokain harga nilai jualnya hampir Rp7 juta, satu gramnya. Makannya lebih tinggi dibandingkan sabu-sabu Rp1,8 juta (per gram) kan berapa kali lipat itu. (Pangsa pasarnya). Kalau kita melihat itu rata-rata dari WNA," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa rata-rata pelaku WNA yang tertangkap di Bali adalah sindikat atau jaringan narkotika internasional dari Amerika Latin.

"(Jaringan) Amerika Latin. Kalau kita lihat dari data iya bisa dilihat dari Bulan Januari," ujarnya.

Rekomendasi