Jokowi Sebut Indeks Prestasi Pendidikan Turun Karena Banyak Siswa Hobi Bolos

Mengacu dari hasil survei PISA kata Jokowi perlu ada langkah perbaikan. Mulai dari aspek peraturan, regulasi, anggaran infrastruktur, manajemen sekolah, kualitas guru dan beban administrasi guru.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Jokowi Sebut Indeks Prestasi Pendidikan Turun Karena Banyak Siswa Hobi Bolos
Jokowi ikut KTT Luar Biasa di Istana Bogor Secara Virtual Bahas Covid-19. ©2020 Biro Pers Setpres

Jokowi Sebut Indeks Prestasi Pendidikan Turun Karena Masih Banyak Siswa Hobi Bolos

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan indeks prestasi pendidikan Indonesia menurut survei Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2018, Indonesia alami penurunan. Salah satu penyebabnya masih banyak siswa yang hobi bolos.

"Tingginya ketidakhadiran siswa di kelas," ungkap Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Strategi Peningkatan Peringkat Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA), bersama Menteri Kabinet Indonesia Maju melalui telekonference di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (3/4).

Mengacu dari hasil survei PISA kata Jokowi perlu ada langkah perbaikan. Mulai dari aspek peraturan, regulasi, anggaran infrastruktur, manajemen sekolah, kualitas guru dan beban administrasi guru.

"Ini berkali-kali saya tekankan, mengenai beban administrasi guru. Guru tidak fokus dengan belajar mengajar tapi lebih banyak dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan administrasi," jelas Jokowi.

Hal tersebut, kata Jokowi perlu difokuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem.

Serta kata Jokowi proses perbaikan belajar. Terutama dengan teknologi informasi dan komunikasi.

"Serta perbaikan lingkungan belajar siswa termasuk motivasi belajar, menekan tindakan perundungan di sekolah. Survei PISA dan juga evaluasi UN terdapat hubungan kuat antara kondisi sosial ekonomi siswa dengan capaian hasil UN atau skor nilai PISA," tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi perintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meningkatkan siswa berprestasi di tiga bidang pendidikan, yakni minat baca, matematika dan sains. Sebab, tiga bidang dalam pendidikan itu dilaporkan survei PISA.

Salah satunya saat ini besarnya presentase siswa berprestasi rendah. Walaupun kata Jokowi Indonesia berhasil meningkatkan akses anak usia 15 tahun terhadap sistem sekolah.

"Tapi masih perlu upaya lebih besar untuk menekan siswa berprestasi rendah ditekan hingga di kisaran 15-20 persen di 2030," ungkap Jokowi.

Tidak hanya itu, Tingginya presentase siswa pengulang saat ini mencapai 16 Persen. Angka tersebut kata Jokowi lebih tinggi dibandingkan negara organisasi untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan.

"Angka ini 5 persen lebih tinggi dibanding rata-rata negara OECD," jelas Jokowi.

Rekomendasi