Sosok Orang Penting Era Presiden Jokowi Ini Tampak Santai Naik Motor Trail saat Jadi Korban Banjir Bekasi

Salah satu video viral menunjukkan Pak Bas mengendarai motor di tengah banjir, dan dibagikan melalui akun Instagram @infohitssetubekasi.

Tim Otomotif
Oleh Tim Otomotif - Reporter
Sosok Orang Penting Era Presiden Jokowi Ini Tampak Santai Naik Motor Trail saat Jadi Korban Banjir Bekasi
Basuki Hadimuljono, Mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang sekarang menjabat sebagai Kepala Otorita IKN tidak pernah berhenti menjadi sorotan, meski dirinya sudah tida (© 2025 Liputan6.com)

Rumah Basuki Hadimuljono, mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), juga terendam banjir di Bekasi, Jawa Barat. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Otorita IKN dan terlihat sedang memeriksa keadaan banjir dengan menggunakan motor trailnya.

Video yang menjadi viral menunjukkan Basuki, yang akrab disapa Pak Bas, tengah mengendarai motornya di tengah genangan air. Salah satu akun Instagram, @infohitssetubekasi, membagikan momen tersebut dengan keterangan, "@basuki_hadimuljono KEBANJIRAN DI BEKASI. Pak Bas sapaan akrabnya tampak santai mengendarai motor di perumahan Kemang Pratama Bekasi. Warga Bekasi sejak tahun 2019 ini berbaur bersama warga lainnya," tulis @infohitssetubekasi, dikutip Rabu (5/3/2025).

Dalam video itu, Pak Bas terlihat mengenakan topi kesayangannya sambil mengayuh motor trail berwarna hijau-hitam melalui jalan yang terendam banjir, dengan bantuan seseorang yang mendorongnya dari belakang. Ia tampak tersenyum saat melewati genangan air tersebut, menunjukkan sikap positif di tengah situasi sulit.

Sementara itu, warga yang terkena dampak banjir mulai merasakan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama makanan. Beberapa dari mereka, seperti yang terjebak di lantai dua rumah di belakang Stadion Patriot Candrabaga, Kayuringin, terpaksa bertahan karena banjir telah mencapai ketinggian hampir 2 meter.

Ivan Faizal, salah satu warga yang masih berada di lantai dua rumahnya, menyatakan bahwa ia dan beberapa tetangga sangat membutuhkan bantuan makanan dan pakaian bersih. Situasi ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan bantuan bagi mereka yang terjebak dalam bencana ini.

Listrik Tidak Tersedia

Karena tidak adanya pasokan listrik, mereka sama sekali tidak dapat menggunakan peralatan memasak. "Untuk sementara saat ini kami bertahan di rumah masing-masing di lantai dua, semoga saja air tidak naik. Kalau naik sampai ke lantai dua selesai kita," kata Faisal kepada Liputan6.com, Selasa (4/3/2025). Situasi ini membuat setidaknya 20 orang terpaksa tetap tinggal di rumah salah satu warga yang menjadi tempat berlindung. Ketidakpastian mengenai kondisi cuaca dan kemungkinan banjir semakin menambah kekhawatiran di antara mereka.

Dalam keadaan darurat seperti ini, mereka harus beradaptasi dengan situasi yang ada. Kehidupan sehari-hari menjadi sangat terbatas, dan mereka harus mencari cara untuk bertahan hidup tanpa fasilitas dasar. Harapan mereka hanyalah agar air tidak terus naik, sehingga mereka bisa tetap berada di tempat yang relatif aman. Ketegangan dan rasa cemas menyelimuti, namun mereka tetap saling mendukung satu sama lain dalam menghadapi situasi sulit ini.

Rekomendasi