Pertamina Lubricants di Tengah Tren Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Pertamina Lubricants turut mendukung program pemerintah mengenai percepatan penggunaan mobil listrik di Tanah Air. Untuk itu, ke depan pihaknya akan terus menyesuaikan kesiapannya dengan road map pemerintah dan pasar.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Pertamina Lubricants di Tengah Tren Kendaraan Listrik Berbasis Baterai
Pabrik produk pelumas milik PT Pertamina Lubricants.. ©2022 Merdeka.com

Pemerintah sedang gencar mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik berbasis baterai. Kebijakan populis mobil listrik baterai (BEV) ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon sekaligus menciptakan mobilitas ramah lingkungan.

Namun, kebijakan peralihan ke BEV ini memiliki dampak besar seperti bagi perusahaan pelumas kendaraan bermotor. Pasalnya BEV tidak memerlukan pelumas mesin seperti mobil berbahan bakar minyak.

Bagaimana PT Pertamina Lubricants sebagai pabrikan pelumas terbesar di Indonesia menanggapi tren tersebut?

Sari Rachmi, Direktur Sales and Marketing Pertamina Lubricants, mengaku pihaknya melihat beberapa tahun ke depan produk pelumas masih tetap digunakan baik untuk sektor otomotif maupun industri (alat berat). Hal ini juga menjadi perhatian perusahaan untuk tetap tumbuh di masa mendatang.

“Kami melihat hingga beberapa tahun ke depan pelumas akan tetap dipergunakan baik di sektor otomotif maupun industri. Jadi, ya itu bagian dari kenapa kita akan terus berusaha tetap tumbuh dari sisi bisnisnya,” ujar Sari di sela media visit ke Production Unit Jakarta, Selasa (29/11).

Menurutnya, Pertamina terus memikirkan strategi ke depan terkait tren BEV di Indonesia secara jangka panjang.

“Untuk pelumas sendiri, karena kebutuhan ekosistem mobil listrik itu berbeda, yang sedang dilakukan Pertamina Lubricants adalah bermitra dengan partner-partner kita di bidang teknologi untuk menciptakan fluida-fluida untuk ekosistem mobil listrik,” jelasnya.

Saat ini secara portofolio bisnis, Pertamina Lubricants sudah melakukan diversifikasi usaha dengan masuk ke produk kimia khusus, seperti oil chemical. Produk ini bisa untuk sektor otomotif dan industri.

Yang jelas, lanjut Sari, Pertamina Lubricants turut mendukung program pemerintah mengenai percepatan penggunaan mobil listrik di Tanah Air. Untuk itu, ke depan pihaknya akan terus menyesuaikan kesiapannya dengan road map pemerintah dan pasar.

Produksi Produk Pelumas Berkualitas

Pada Selasa (29/11), PT Pertamina Lubricants (PTPL) mengundang sejumlah media untuk melihat dari dekat pabrik dan proses produksi produk pelumas di Production Unit Jakarta (PUJ) di Jakarta Utara.

Fasilitas produksi LOBP PUJ ini terdiri atas Lube Oil Blending Plant dengan kapasitas produksi 270 juta liter per tahun, Grease Plant dengan kapasitas 8.000 MT per tahun, dan Viscosity Modifier Plant yang berkapasitas 14 juta liter per tahun.

“Ini merupakan salah satu fasilitas produksi terbesar. Harapannya fasilitas produksi di Jakarta ini dapat memenuhi kebutuhan pelumas di Indonesia dan pasar ekspor," kata Sigit Pranowo, Direktur Operasi PTPL di PUJ.

Menurut Sigit, pabrik ini memiliki berbagai produk unggulan berkualitas untuk segmen otomotif dan industri. Di segmen otomotif, PTPL memiliki produk unggulan berkualitas dunia, seperti Fastron (mobil), Enduro (motor), dan Meditran (bis dan truk).

Sementara di segmen industri, produk unggulannya antara lain Meditran (pelumas mesin), Medripal (pelumas mesin kapal), Turalik (hydraulic oil), dan Rored (automotive gear oil).

“Dengan menggunakan teknologi modern, maka berdampak positif kepada tingkat akurasi product blending yang tinggi," ujar Dody Arief Aditya, Manager Production Unit Jakarta.

Teknologi canggih dan modern yang digunakan, seperti Automatic Batch Blending, In-Line Blending, Simultaneous Blending, Pigging System, Drum Decanting Unit (DDU), Automatic Piggable Manifold, serta didukung oleh Full Automated Filling Machine untuk lithos, drum, dan bulk filling.

Selain itu, pabrik ini juga memiliki gudang bahan baku, blending system, packaging system, dan gudang penyimpanan pelumas dengan pengontrolan secara otomatis.

Seluruh pabrik PTPL menerapkan Konsep Dasar Total Quality
Control (TQC) dengan 8 tahapan untuk menjamin kualitas produk pelumas. 

Reporter magang: Giska Septiyani

Rekomendasi