Kena Safeguard dari Filipina, Menperin: Buktikan Kalau Ekspor Otomotif RI Mengganggu

Kinerja ekspor industri otomotif Indonesia menghadapi ragam tantangan kala pandemi. Salah satunya dari Filipina yang memberlakukan safeguard untuk kendaraan penumpang dan kendaraan niaga ringan.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Kena Safeguard dari Filipina, Menperin: Buktikan Kalau Ekspor Otomotif RI Mengganggu
Ekspor mobil Tanjung Priok. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Kinerja ekspor industri otomotif Indonesia menghadapi ragam tantangan kala pandemi. Salah satunya dari Filipina yang memberlakukan safeguard untuk kendaraan penumpang dan kendaraan niaga ringan.

Menanggapi perkembangan safeguard Republik Filipina itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan perkembangan tersebut membuktikan daya saing industri otomotif Indonesia tinggi.

“Penerapan safeguard tersebut menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia di atas Filipina,” ujar Menteri Agus dalam rilisnya, kemarin.

Menperin menekankan bahwa Filipina harus membuktikan bahwa memang terjadi tekanan pada industri otomotif di Filipina akibat impor produk sejenis dari Indonesia, sehingga perlu mengambil kebijakan penerapan safeguard bagi produk impor dari Indonesia. Karena penerapan safeguard memiliki konsekuensi di organisasi perdagangan dunia (WTO).

Per 2019, produksi kendaraan roda empat Indonesia mencapai 1,28 juta unit. Angka tersebut sangat jauh dibandingkan produksi Filipina yang hanya 95.094 unit.

Menurutnya, perkembangan otomotif Indonesia menunjukkan tren menggembirakan. Dalam catatan kementerian, setidaknya akan masuk investasi lebih dari Rp 30 triliun ke Indonesia untuk sektor otomotif.

Selain itu, industri otomotif global memiliki global value chain tinggi, sehingga perbedaan harga antarnegara relatif rendah. Dalam hal ini Indonesia diuntungkan karena telah mampu mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara dengan rata-rata 200.000 unit per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia makin terintegrasi dengan pasar dunia.

Pada Januari-November 2020, Indonesia telah mengapalkan sebanyak 206.685 unit kendaraan Completely Build Up (CBU), 46.446 unit Completely Knock Down (CKD), dan 53,6 juta buah komponen kendaraan.

Rekomendasi