Banyak yang minta Victory di luar Jakarta

Di tengah dominasi moge Harley Davidson, kehadiran produk Victory yang juga dari Amerika Serikat menyuguhkan pilihan model lain.

Otosia.com
Oleh Otosia.com - Reporter
Banyak yang minta Victory di luar Jakarta
Booth Victory di JMCS 2012 (Nazar Ray)

Di tengah dominasi moge Harley Davidson, kehadiran produk Victory yang juga dari Amerika Serikat menyuguhkan pilihan model lain. Minat pun kian meningkat terhadap produk asal Negeri Paman Sam ini, bahkan sampai di luar Pulau Jawa.

"Ada cukup banyak permintaan bikin dealer Victory. Di Medan saja ada 5 calon mitra yang tertarik bangun dealer, di Bali sebelumnya ada 4 yang minat," ungkap Bagus Sandy, Business Development Manager PT Arya Motor Indonesia (AMI) selaku Sole Authorized Distributor Victory Motorcycle, yang ditemui Otosia di booth Victory dalam Jakarta Motorcycle Show 2012 di Senayan, Jakarta.

Ia juga mengakui bahwa banyak konsumennya yang di sekitar wilayah Jakarta mengusulkan adanya test ride. "Banyak usulan dari customer agar kita adakan acara test ride di luar Jakarta, seperti di Bogor atau BSD (Bumi Serpong Damai). Pada dasarnya itu tidak masalah, kita oke-oke saja. Kalau ada acara test ride ke Bogor akan kita ajak," tambahnya.

Tidak mau terlalu kaku, ia pun berniat menyelipkan test ride ketika para pemakainya sedang hangout atau bahkan saat touring. "Kalau kebetulan kita lagi ada acara hangout, kita ajak mereka (calon konsumen) untuk ikutan bareng. Sampai kalau touring pun, boleh ikutan, sekalian jajal," ungkap Bagus.

Selain potensial di wilayah Sumatera dan Bali, Victory memang sudah berencana bahwa tahun depan mereka akan membuka jaringan di Medan, Bandung, dan Bali. "Yang hampir pasti awal tahun depan kita buka outlet di Sunset Road Bali," paparnya.

Walau bangga karena banyak yang berminat membuka pasar baru di luar Pulau Jawa, Bagus mengakui bahwa pihaknya cukup selektif. "Sampai saat ini memang ada banyak permintaan ke kita buat mendirikan outlet Victory, tapi ya itu tadi, kita selektif, seleksi dulu, karena kita tidak mau mereka mengeluarkan investasi yang cukup besar tanpa didukung persiapan dan planning yang matang. Kita lihat dulu track recordnya, lihat investasinya berapa dan planning ke depannya bagaimana," tutup Bagus.

(kpl/why/vin)
Rekomendasi