Teknologi mesin Scuderi siap bersaing dengan Hybrid

Sebuah mesin pada sebuah kendaraan sejak pertama kali ditemukan hingga saat ini telah banyak mengalami perubahan sehingga menjadi lebih baik.

Otosia.com
Oleh Otosia.com - Reporter
Teknologi mesin Scuderi siap bersaing dengan Hybrid
Teknologi Mesin Bakar Scuderi Yang Efisien (Scuderigroup)

Sebuah mesin pada sebuah kendaraan sejak pertama kali ditemukan hingga saat ini telah banyak mengalami perubahan sehingga menjadi lebih baik. Tapi prinsip kerja mesin bakar dari dahulu hingga kini memiliki kesamaan.

Hanya saja saat ini kemajuan teknologi semakin berkembang pesan dan berbagai usaha dilakukan untuk menghasilkan mesin yang lebih efisiensi dan rendah emisi gas buang. Alhasil, kini muncul kendaraan yang menggabungkan mesin bakar dengan motor listrik atau yang disebut hybrid.

Walau maraknya teknologi hybrid dan juga kendaraan listrik, ternyata masih banyak insinyur yang saat ini berusaha mengembangkan mesin bakar agar makin menarik bagi produsen mobil. Salah satu caranya, membuat kerja mesin makin efisien atau irit bahan bakar dengan harga terjangkau, mengingat mobil hybrid saat ini dinilai masih mahal.

Nah, Scuderi merupakan salah satu tempat berkumpulnya para insinyur yang saat ini terus melakukan pengembangan terhadap motor bakar. Dan menariknya saat ini mereka telah menciptakan mesin yang disebut siklus terpisah (split cycle) yang dipatenkan oleh Scuderi. Dimana konsep kerjanya berbeda dibandingkan dengan mesin konvensional yang digunakan secara umum saat ini.

Umumnya mesin bensin saat ini memiliki satu siklus kerja terdiri dari empat langkah. Untuk mesin siklus Otto (bensin): langkah pertama adalah hisap (induction), kompresi (compression), pembakaran (ignition) dan yang terakhir adalah buang (exhaust).

Bahan bakar dan udara dihisap ke silinder, dimampatkan oleh piston, busi membakar campuran, mendorong piston bergerak ke bawah yang menghasilkan langkah usaha dan kembali lagi ke atas, katup buang membuka, mendorong sisa pembakaran keluar dari ruang bakar. Hal ini yang terjadi pada satu silinder.

Nah, pada mesin siklus terpisah Scuderi, empat tahap kerja berlangsung pada dua silinder terpisah. Mesin siklus terpisah, bekerja melalui dua silinder (juga dua piston) atau berpasangan dan hanya dihubungkan oleh satu saluran, yang masing-masing silinder dilengkapi dengan katup (lihat video di bawah).

Satu silinder – pertama – hanya bertugas menghisap campuran udara dan bahan bakar setelah itu memampatkannya atau mendorongnya masuk ke silinder kedua. Nah, pada silinder kedua, campuran yang sudah dimampatkan tadi, begitu masuk ke silinder kedua langsung ke proses pembakaran oleh busi yang menyebabkan terjadinya langkah usaha dan juga langkah buang.

Singkat kata, kedua silinder akan berbagi kerja atau satu silinder bekerja setengah dari proses mesin yang sekarang. Dan satu silinder lain yang akan dilengkapi dengan busi.

Kelihatannya sederhana, namun bagaimana pun setiap putaran dari poros engkol (kruk as), mesin melakukan proses kerja lebih banyak. Sementara piston pada silinder utama menghisap campuran, silinder satu lagi, juga mengikuti dengan proses atau langkah pembakaran dan usaha.

Maka dengan penggunaan konsep ini pula, mesin harus menggunakan jumlah silinder genap atau saling berpasangan. Berarti, kalau mesin terdiri total 4 silinder maka hanya menggunakan dua busi dan juga dua injektor.

Sebenarnya, mesin seperti ini bekerja dengan prinsip siklus Miller atau Atkinson yang digunakan Toyota (kini juga Honda) pada mobil hibridanya. Dimana jumlah udara yang dipasok ke mesin bisa lebih banyak, kerja mesin ini akan lebih efisien lagi. Pasalnya, siklus Miller, udara dipasok secara paksa ke dalam silinder seperti turbocharger.

Scuderi mengklaim siklus terpisahnya ini 25% lebih irit dibandingkan mesin bakar pada mobil Eropa yang teririt. Di samping itu emisi gas buangnya juga rendah. Bahkan konsumsi bahan bakarnya dari mesin kapasitas 1.000cc diklaim bisa mencapai 28km/l atau 33% lebih irit.

Dalam pengembangannya, Scuderi juga mengembangkan desain baru pada mesinnya yang kini dilengkapi dengan tabung untuk menyimpan hasil kompresi yang dihasilkan silinder pertama saat mobil berhenti. Konsep kerja sama dengan teknologi regenerative braking.

Dengan adanya tabungan tersebut, mobil bisa berakselerasi ringan karena silinder kedua bisa menggunakan simpanan kompresi tersebut sementara silinder pertama non-aktif. Proses ini disebut Scuderi dengan mode efisien. Dan saat kembali melaju konstan, proses kembali bekerja seperti semula.

Dengan penggunaan teknologi mesin ini maka kendaraan dengan mesin bakar konvensional jadi lebih menarik dan bisa hemat karena harga bahan bakar yang semakin mahal. Dan bisa menjadi kendaraan alternatif harga murah dibandingkan dengan mobil hibrida atau listrik saat ini.

(kpl/vin)

Rekomendasi