Festival Semarapura 2025: Perayaan Budaya yang Dongkrak Ekonomi dan Transportasi Lokal

Festival Semarapura ke-7 tahun 2025 hadir dengan tema 'Nayaka Maetala Udayana', merayakan seni dan tradisi serta meningkatkan perekonomian lokal.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Festival Semarapura 2025: Perayaan Budaya yang Dongkrak Ekonomi dan Transportasi Lokal
Festival Semarapura 2025: Perayaan Budaya yang Dongkrak Ekonomi dan Transportasi Lokal (Merdeka.com)

Festival Semarapura ke-7 tahun 2025 akan berlangsung dari tanggal 27 April hingga 1 Mei di depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali. Acara ini merupakan perayaan budaya yang menampilkan keindahan seni dan tradisi masyarakat Semarapura.

Dengan tema 'Nayaka Maetala Udayana', yang berarti 'Kebangkitan Tanah Kelahiran di Tangan Pemimpin Bijaksana', festival ini mengusung konsep 'Old Town Heritage'.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Klungkung, meningkatkan pariwisata, serta mendorong pelestarian tradisi.

Dengan lebih dari 2.100 seniman dan pendukung acara yang terlibat, festival ini menargetkan lebih dari 20.000 pengunjung dari berbagai kalangan, baik lokal maupun mancanegara.

Berbagai kegiatan seni dan budaya akan ditampilkan selama festival berlangsung, mulai dari tarian tradisional hingga pameran ekonomi kreatif.

Festival ini juga menjadi momen penting bagi perekonomian masyarakat setempat, dengan target transaksi keuangan mencapai lebih dari Rp10 miliar.

Festival Semarapura 2025 akan menyuguhkan berbagai kegiatan menarik yang mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat setempat. Beberapa kegiatan yang akan diadakan antara lain:

  1. Tarian Taksu Buana oleh PGRI yang menjadi pembuka acara.
  2. Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan UMKM, dengan lebih dari 100 pendaftar untuk tenant kuliner.
  3. Atraksi pembuatan keris yang merupakan bagian dari tradisi lokal.
  4. Parade budaya dan fragmen tari, termasuk fragmen 'Semara Langonjali'.
  5. Fashion show yang menampilkan tenun dan songket khas Klungkung.
  6. Pentas musik lokal yang akan menggugah semangat pengunjung.
  7. Fun Run yang melibatkan lebih dari 500 peserta.
  8. Tur desa wisata untuk mengenalkan keindahan alam Klungkung.
  9. Pertunjukan tari legendaris Baris Jangkang Desa Budaga.
  10. Pesinggahan Culinary Show yang menampilkan makanan khas seperti sate dan pepes.

Setiap kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang mendalam bagi pengunjung serta memperkenalkan kekayaan budaya Klungkung kepada dunia.

Dengan target pengunjung yang mencapai lebih dari 20.000 orang, Festival Semarapura 2025 diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap kebutuhan transportasi lokal.

Hal ini mencakup peningkatan permintaan akan layanan ojek online, rental mobil, hingga bus pariwisata. Kenaikan ini akan menjadi peluang bagi sektor otomotif lokal untuk mendapatkan rejeki dari peningkatan kebutuhan transportasi.

Festival ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan permintaan layanan servis kendaraan di Klungkung menjelang dan selama acara. Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi, bersama Bupati Klungkung I Made Satria, secara resmi membuka festival ini dan berharap acara ini dapat menjadi momentum bagi kemajuan pariwisata Klungkung.

Bupati Satria menekankan pentingnya festival ini dalam memperkuat identitas budaya dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Ia juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam mempromosikan daya tarik wisata di Kabupaten Klungkung.

Salah satu aspek penting dari Festival Semarapura 2025 adalah komitmennya terhadap prinsip ramah lingkungan. Festival ini berusaha mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong penggunaan bahan-bahan lokal. Ini adalah langkah penting dalam menjaga keberlanjutan festival dan lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati, menjelaskan bahwa festival ini merupakan program pemasaran pariwisata yang bertujuan untuk memperkenalkan seni budaya dan daya tarik wisata di Klungkung.

Selain itu, festival ini memberikan ruang bagi para seniman dan artis lokal untuk berkreasi serta mendukung UMKM dan Ekraf.

Festival Semarapura 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai wadah edukasi dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Semarapura.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat, festival ini akan menjadi momen tak terlupakan bagi semua pihak yang terlibat.

Rekomendasi