105 Ribu Kendaraan Impor dari India Disiapkan untuk Operasional Koperasi Desa Merah Putih

Proyek Koperasi Merah Putih yang dijalankan oleh BUMN Agrinas Pangan Nusantara akan memanfaatkan ratusan ribu kendaraan komersial, termasuk pikap yang diimpor.

Arief Aszhari
Oleh Arief Aszhari - Reporter
105 Ribu Kendaraan Impor dari India Disiapkan untuk Operasional Koperasi Desa Merah Putih
Ratusan Ribu Pikap dari India Diimpor untuk Proyek Koperasi Merah Putih (Ist) (© 2026 Liputan6.com)

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Agrinas Pangan Nusantara berperan sebagai pelaksana utama dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Indonesia. Pada tahun ini, mereka berencana untuk mengimpor 105 ribu kendaraan komersial, termasuk pikap dari India.

Rencana ini tentunya memicu pro dan kontra, mengingat industri otomotif nasional merupakan salah satu produsen kendaraan komersial terbesar di dunia. Jika menggunakan produk dalam negeri dari merek terkenal seperti Suzuki, Toyota, Mitsubishi, Isuzu, dan Hino, hal ini juga dapat membantu meningkatkan penjualan sektor kendaraan bermotor nasional yang telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepastian mengenai impor ratusan ribu unit kendaraan komersial dari India telah diumumkan oleh dua merek pemenang proyek, yaitu Mahindra dan Tata Motors. Dalam siaran persnya, kedua merek yang namanya mulai memudar di pasar otomotif nasional ini mencantumkan model dan jumlah kendaraan yang akan dikirim ke Indonesia.

Mahindra telah mengumumkan akan menyuplai 35 ribu unit Scorpio Pick Up pada tahun 2026 kepada PT Agrinas Pangan Nusantara. Ini menjadi pesanan ekspor tunggal terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut, bahkan volumenya melebihi total ekspor kendaraan Mahindra di seluruh dunia pada tahun fiskal sebelumnya.

Kendaraan tersebut direncanakan akan digunakan dalam proyek Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Scorpio dipilih karena ketangguhannya, kapasitas angkut yang baik, serta biaya operasional yang efisien, sehingga cocok untuk rute rural dan medan yang menantang di desa-desa Indonesia. Mahindra menyatakan bahwa melalui kerja sama ini, mereka akan memperkuat jaringan logistik di tingkat desa. Tujuan utamanya adalah memastikan aliran hasil pertanian dari petani ke pasar berjalan lebih efektif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Nalinikanth Gollagunta, CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd., mengungkapkan bahwa mereka sangat menantikan kerja sama ini dan mendukung Koperasi di Indonesia melalui kemitraan dengan Agrinas Pangan Nusantara. "Dengan menghadirkan Scorpio Pick Up sebagai bagian dari Koperasi, kami memperkuat tulang punggung logistik yang andal untuk menghubungkan petani ke pasar secara lebih efisien. Pick Up kami dirancang untuk bekerja di kondisi berat dengan tetap menjaga biaya operasional seminimal mungkin," jelas Gollagunta.

105 Ribu Kendaraan Komersial dari India Jadi Armada Koperasi Desa Merah Putih
Ratusan Ribu Pikap dari India Diimpor untuk Proyek Koperasi Merah Putih (Ist) © 2026 Liputan6.com

Gollagunta menyatakan bahwa volume yang telah disepakati dalam kemitraan ini akan secara signifikan memperkuat Operasi Internasional perusahaan, bahkan setara dengan total volume ekspor yang ditargetkan pada Tahun Fiskal 2025. "Sejalan dengan filosofi Rise Mahindra, kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk mendorong kemakmuran dan mendukung prioritas nasional," tegasnya.

Di sisi lain, Tata Motors juga mencatat pencapaian baru melalui anak perusahaannya, PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Mereka telah menandatangani kontrak untuk mengirimkan 70.000 kendaraan niaga ke Indonesia, yang terdiri dari 35.000 unit Tata Yodha (pick-up) dan 35.000 unit Tata Ultra T.7 (truk). Asif Shamim, Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, menjelaskan bahwa pesanan ini menunjukkan penerimaan yang terus meningkat terhadap kendaraan niaga asal India di pasar internasional serta kepercayaan pelanggan terhadap kemampuannya beroperasi secara andal dalam berbagai kondisi.

"Tata Yodha dan Ultra T.7 dirancang untuk memberikan performa berkelanjutan, tingkat kesiapan operasional yang tinggi, serta efisiensi biaya operasional," jelas Asif. Dia juga menambahkan bahwa pengoperasian kendaraan ini akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas dan memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di jaringan pedesaan maupun regional.

"Kami tetap berkomitmen untuk memperluas jejak global solusi mobilitas asal India melalui kendaraan dan layanan yang memadukan skala, keandalan, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi pelanggan kami," tukasnya.

Kementerian Perindustrian terus berupaya memperkuat industri otomotif nasional, terutama dalam segmen kendaraan komersial seperti pick-up. Hal ini sejalan dengan kemampuan industri dalam negeri yang kini dapat memproduksi kendaraan pick-up dalam jumlah besar. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa peningkatan produksi kendaraan pick-up lokal berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Sebagai contoh, Menperin menyebutkan bahwa jika pengadaan kendaraan pick-up (4x2) sebanyak 70.000 unit dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri, dampak positif ekonomi (backward linkage) yang dihasilkan bisa mencapai sekitar Rp 27 Triliun.

Agus menambahkan bahwa jika kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi oleh produksi dalam negeri, Indonesia akan merasakan manfaat dari nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Beberapa subsektor yang berhubungan langsung dengan produksi kendaraan pick-up antara lain industri ban, kaca, baterai basah (accu), logam, kulit, plastik, kabel, dan elektronik.

"Jika semua kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri luar negeri. Namun, jika kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," ungkap Agus dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (19/2).

Menperin juga menjelaskan bahwa saat ini industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi kendaraan pick-up yang cukup signifikan, yaitu sekitar 1 juta unit per tahun. Beberapa produsen kendaraan pick-up yang ada di Indonesia antara lain PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Sokonindo Automobile.

"Dengan kapasitas produksi tersebut, industri kendaraan pick-up nasional diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global," tegas Menperin.

Rekomendasi