Pelukis bak truk Pantura 2

Menebak asal sopir dari gambar di bak truk

Senin, 15 Februari 2016 06:39 Reporter : Nuryandi Abdurohman, Muhammad Zul Atsari, Arbi Sumandoyo
Menebak asal sopir dari gambar di bak truk Lukisan truk Pantura. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Warsono menunjukkan lukisan pernah dia gambar di belakang bak truk. Gambar itu sesosok wanita mengenakan kerudung merah jambu. Wajahnya manis dipadu baju muslim bermotif batik. Sosok gambar itu juga menurut Warsono merupakan ciri untuk menebak dari mana sopir truk itu berasal.

"Kalau gambar seperti ini biasanya sopirnya orang Padang," ujar Warsono sambil tertawa. Dia pun mengatakan jika sopir-sopir truk asal Padang, Sumatera Barat lebih suka jika mobil truk dia bawa mengantar barang ke Pantura, gambarnya bernuasa islami "Termasuk juga gambar pemandangan," tutur Warsono saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

Memang ada beberapa ciri disebutkan Warsono untuk menebak para sopir-sopir biasa lewat di Jalan Pantai Utara berasal. Termasuk juga gambar sosok wanita vulgar biasa wara-wiri di jalan. Menurut Warsono, gambar-gambar vulgar itu biasanya disukai sopir-sopir asal Lampung, Sukabumi dan juga Medan. "Biasanya sopir-sopir asal Lampung," ujar Warsono.

Warsono mahfum betul buat menebak dari mana sopir itu berasal. Bukan tanpa sebab, gambar berupa lukisan air brush di belakang bak truk dia buat itu juga atas keinginan dari sang sopir. Warsono mengangguk ketika merdeka.com menunjukkan sebuah gambar wanita vulgar di belakang bak truk. Menurut dia, itu adalah gambar buatannya.

Tulisan pada gambar itu 'Ku tunggu janda-mu'. "Itu gambar saya," ujarnya sambil menyebut jika ciri-ciri gambar wanita vulgar buatannya memiliki ciri-ciri payudara besar. "Sopir memang ada yang suka seperti itu," katanya.

Lain hal ciri sopir asal Lampung, Medan dan juga Cianjur suka dengan gambar vulgar. Menurut Warsono, ada juga sopir suka meminta dibuatkan gambar pada bak mobilnya berupa gambar binatang. Misal gambar harimau atau burung elang. Awalnya kata Warsono, tahun 1990 an banyak sopir-sopir meminta dibuatkan gambar ini. Bukan tanpa sebab, mereka ingin menunjukkan kegaharan seorang sopir.

Lain hal dengan gambar binatang, gambar wanita berpakaian seksi hanya menggunakan kutang dan celana dalam memang laku pada saat itu. Buat melukis gambar itu di bak truk, Warsono terinspirasi dari majalah dewasa yang ia baca. Sedangkan untuk tulisan, biasanya diberikan oleh para sopir. "Ku tunggu kamu di Pantura," tuturnya.

Mengenai gambar wanita vulgar berada di belakang bak truk, menurut Warsono saat ini tak lagi diminati para sopir. Selain Warsono juga menolak karena membangkitkan libido orang yang melihat gambar itu, Kepolisian juga memberikan sangsi kepada truk-truk bergambar porno tersebut. Jika tertangkap, mereka bakal ditilang. "Pada enggak mau sekarang," ujarnya. Saat ini kata Warsono, gambar diminati oleh para sopir ialah gambar pemandangan. Sopir-sopir asal Padang, Sumatera Barat lah pelanggannya. "Saya sampai mau dibukakan tempat di sana,".

Memang ada banyak jenis gambar dibuat Warsono sesuai permintaan para sopir. Ada empat jenis gambar biasa dibuat Warsono. Pertama ialah gambar binatang buas, kemudian gambar wanita vulgar, pemandangan alam dan terakhir ialah gambar gadis muslimah. Buat melukis dengan media bak truk, Warsono mengaku hanya butuh waktu lima jam. Pengerjaan itu dilakukan semua di depan rumahnya.

"Kalau lagi banyak di sini bisa berjejer," katanya sambil menunjuk sisi jalan Pantura tepat di depan kediamannya. Namun kini, sebulan lelaki berusia 66 tahun itu hanya mendapat dua order.

[arb]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini