Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan terhadap 1.121 personelnya. Langkah ini diambil dalam rangka memperkuat kelembagaan serta melakukan penyegaran organisasi di tubuh Korps Bhayangkara. Sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) terdampak kebijakan ini, termasuk dalam konteks Mutasi Polri Polda Metro Jaya.
Keputusan mutasi ini tertuang dalam lima surat telegram resmi yang dikeluarkan oleh Polri pada Jumat (27/6). Surat telegram tersebut meliputi No. ST/1335/VI/Kep/2026 hingga No. ST/1341/VI/Kep/2026, yang merinci berbagai perubahan posisi. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri untuk mengoptimalkan kinerja dan pengembangan karier personelnya.
Rotasi jabatan ini mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari tingkat Polda hingga Polres. Perubahan ini diharapkan dapat membawa semangat baru dan efektivitas dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap posisi diisi oleh personel yang kompeten dan siap menghadapi tantangan tugas ke depan.
Advertisement
Advertisement
Pergantian di Posisi Strategis Polda Metro Jaya
Beberapa jabatan penting di lingkungan Polda Metro Jaya mengalami pergantian kepemimpinan. Salah satunya adalah posisi Kabid Propam Polda Metro Jaya yang sebelumnya dijabat oleh Kombes Pol Radjo Alriadi Harahap. Kini, Kombes Pol Radjo Alriadi Harahap diangkat sebagai Sesroprovos Divpropam Polri, menandai promosi jabatan yang signifikan.
Posisi Kabid Propam Polda Metro Jaya selanjutnya akan diisi oleh Kombes Pol Aris Supriyono. Sebelumnya, Kombes Pol Aris Supriyono menjabat sebagai Kabagpinpam Prominal Divpropam Polri. Pergantian ini diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan internal dan penegakan disiplin di Polda Metro Jaya.
Selain itu, Wadirreskrimum Polda Metro Jaya juga mengalami perubahan. AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno yang sebelumnya menjabat posisi tersebut kini digantikan oleh AKBP I Dewa P. G Anom Danujaya. AKBP I Dewa P. G Anom Danujaya sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Purwakarta, membawa pengalaman baru ke dalam jajaran reserse kriminal umum Polda Metro Jaya.
Advertisement
Posisi Dirpamobvit Polda Metro Jaya yang sebelumnya dipegang oleh Kombes Pol Joko Sulistio juga berganti. Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, kini akan memimpin Dirpamobvit Polda Metro Jaya. Perubahan ini menunjukkan rotasi pejabat yang berpengalaman untuk mengisi posisi-posisi kunci.
Advertisement
Rotasi Pimpinan Polres Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Beberapa pimpinan Polres di wilayah Jakarta dan sekitarnya turut mengalami rotasi dalam mutasi kali ini. Jabatan Kapolres Metro Jakarta Barat kini dipercayakan kepada Kombes Pol Nasriadi. Sebelumnya, Kombes Pol Nasriadi menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya tk.II Bareskrim Polri, menunjukkan pengalamannya dalam bidang penegakan hukum.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok juga mengalami pergantian kepemimpinan. AKBP Aris Wibowo yang sebelumnya menjabat posisi tersebut kini digantikan oleh AKBP Alrasyidin Fajri. AKBP Alrasyidin Fajri sebelumnya menjabat sebagai Kanit 4 Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. AKBP Aris Wibowo sendiri kini menjabat sebagai Wadirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, menunjukkan pergeseran ke posisi yang berbeda namun tetap penting.
Di wilayah penyangga ibu kota, Kapolres Metro Bekasi Kota juga mendapatkan pimpinan baru. Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro digantikan oleh Kombes Pol Putu Kholis Aryana. Kombes Pol Putu Kholis Aryana sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Malang Kota Polda Jawa Timur. Rotasi ini diharapkan dapat membawa penyegaran dan inovasi dalam penanganan keamanan di wilayah Bekasi.
Advertisement
Advertisement
Penyegaran di Bidang Kesehatan dan Dampak Mutasi Nasional
Tidak hanya di bidang operasional, mutasi juga menyentuh bidang kesehatan di kepolisian. Jabatan Kabiddokkes Polda Metro Jaya yang sebelumnya dipegang oleh Kombes Pol Martinus Ginting kini digantikan oleh Kombes Pol M Faizal Zulkarnaen. Kombes Pol M Faizal Zulkarnaen sebelumnya menjabat di Kabiddokkes Polda Maluku, membawa pengalaman dari wilayah lain.
Secara keseluruhan, mutasi ini melibatkan 1.121 personel perwira tinggi dan perwira menengah di seluruh Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 748 personel mendapatkan promosi maupun perpindahan jabatan setara (flat). Hal ini menunjukkan skala besar dari kebijakan penyegaran organisasi yang dilakukan Polri.
Rotasi dan promosi jabatan ini menegaskan komitmen Polri untuk terus memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Dengan adanya penyegaran di berbagai posisi, diharapkan kinerja Polri dapat semakin optimal dalam melayani dan melindungi masyarakat. Pengembangan karier personel juga menjadi salah satu fokus utama dari kebijakan mutasi ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews