Ide Menutup Jakarta Kala Beban Kepadatan Terlalu Berat

Senin, 1 Februari 2021 19:10 Reporter : Ronald, Wilfridus Setu Embu
Ide Menutup Jakarta Kala Beban Kepadatan Terlalu Berat Permukiman penduduk semi permanen di bantaran Sungai Ciliwung. ©2020 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Kepadatan memunculkan ragam masalah bagi warga DKI Jakarta. Tawuran menjadi masalah sosial yang kerap menjadi momok. Urusan sepele saja bisa memicu perang besar antar warga. Banyak kerugian dan korban berjatuhan akibat kondisi tersebut. Cap buruk wilayah pun menjadi stigma sehingga sulit mendapat kerja.

Hampir di tiap wilayah terpadat di Jakarta pernah terjadi tawuran. Salah satunya di Kalianyar, Jakarta Barat. Biasanya sekelompok warga memanfaatkan wilayah dekat rel kereta menjadi arena perang. Masalahnya beragam. Lurah Kalianyar Danie Azka Alfarobi, mengakui memang konflik sosial kerap terjadi. Akar masalahnya memang akibat kepadatan penduduk.

"Bukan hanya rawan tawuran. Tidak menutup kemungkinan terjadi konflik sosial lain dan penyebaran narkoba. Karena masalah kepadatan memiliki pangsa besar," kata Azka kepada merdeka.com, Jumat pekan lalu.

Beruntung meskipun padat, Kalianyar memiliki drainase tergolong baik. Jarang sekali terjadi banjir. Lokasinya yang sekitar 5 Km dari kawasan Istana Negara dan Gedung Balai Kota DKI Jakarta, membuat lokasi itu juga memikat para pedagang maupun pengusaha.

Dalam catatan Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, kasus kejahatan jalanan dari 2018 hingga Februari 2019 berjumlah 141. Paling banyak berasal dari tawuran. Ini tercatat 95 kasus tawuran dalam rentang waktu tersebut terjadi di Jakarta Barat.

Salah satu lokasi lain kerap terjadi tawuran, yakni kawasan Manggarai Selatan. Berada di wilayah Kecamatan Tebet, wilayah ini memang paling padat di wilayah Jakarta Selatan. Wilayah ini masuk dalam Kecamatan Tebet. Luas lahan Manggarai Selatan tercatat luas sebesar 4,50 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 80.961 jiwa. Tingkat kepadatannya 55.289 jiwa/kilometer persegi.

Basyuni, salah warga di sana, mengaku kepadatan penduduk menjadi lahan cukup subur terjadinya konflik di tengah masyarakat. Sampai wilayah tempatnya tinggal terkenal sebagai tempat arena tawuran antarwarga. Hingga memunculkan stigma buruk. "Sampai pernah warga sini susah kalau mau melamar kerja karena dianggap sering tawuran," ucap dia.

Bukan hanya tawuran. Banjir juga menjadi bencana rutin di kawasan Manggarai. Berdekatan dengan Kali Ciliwung, membuat mereka harus bersiap mengungsi bila sedang memasuki musim hujan. Kondisi ini juga berlaku untuk wilayah tetangga, yakni Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Kali Ciliwung memang menjadi batas bagi wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Perkampungan dekat aliran sungai itu sampai kini masih sering diterjang banjir. Beragam upaya dilakukan pemerintah pusat dan DKI Jakarta demi mencegah. Pengerukan sungai dan pelebaran pun dilakukan. Meski begitu, upaya tersebut belum terlalu berdampak. Masih terdapat wilayah Jakarta sepanjang aliran Sungai Ciliwung masih tergenang.

infografis kepadatan jakarta

Infografis kepadatan Jakarta ©2021 Merdeka.com

Kepadatan penduduk memang menjadi sorotan khusus bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Berdasarkan hasil pendataan Pemerintah Provinsi DKI pada 2019, kepadatan Jakarta mencapai 118 kali lipat dari angka rata-rata nasional. Atau setara dengan 118 kali lipat bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk Indonesia yang hanya 141 jiwa persegi hasil proyeksi penduduk tahun 2020 dibagi dengan luas daratan Indonesia.

Di mana luas DKI Jakarta sekitar 662,33 kilometer persegi. Jumlah penduduknya hingga tahun 2019 mencapai 11.063.324 jiwa. Termasuk di dalamnya Warga Negara Asing (WNA) sebanyak 4.380 jiwa. Kepadatan penduduk DKI Jakarta saat ini telah mencapai 16.704 jiwa per kilometer persegi.

Berdasarkan data pada semester I atau Juni 2020, total penduduk di DKI Jakarta sebanyak 11.105.309, untuk luas DKI Jakarta 662.33 kilometer persegi, dengan kepadatan 16,767.03 Jiwa/kilometer persegi.

Baca Selanjutnya: Gelombang Para Pendatang...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini