Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah Singkong di Pulau Jawa, Dulu Jadi Makanan Para Petapa Majapahit

Sejarah Singkong di Pulau Jawa, Dulu Jadi Makanan Para Petapa Majapahit

Sejarah Singkong di Pulau Jawa, Dulu Jadi Makanan Para Petapa Majapahit

Ada teori yang mengatakan singkong pertama kali dibawa oleh Portugis ke bumi Nusantara

Singkong merupakan salah satu tanaman yang populer di Indonesia. Saking terkenalnya, masing-masing daerah tanaman ini punya namanya sendiri. Di Jawa tanaman ini disebut pohung, di Sunda disebut sampeu, di Sangihe disebut bungkahe, dan di Gorontalo disebut kasubi. 

Sejarah Singkong di Pulau Jawa, Dulu Jadi Makanan Para Petapa Majapahit

Padahal sebenarnya singkong bukan tanaman asli Indonesia. Dilansir dari suluhnuswantarabakti.or.id, singkong diperkirakan dibawa oleh penjajah Portugis ke Maluku sekitar abad ke-16. Seiring waktu, tanaman ini terus berkembang di seluruh penjuru kepulauan Nusantara.

Sejarah Singkong di Pulau Jawa, Dulu Jadi Makanan Para Petapa Majapahit

Teori yang menyebut bahwa singkong bukan berasal dari Indonesia adalah sebuah catatan pada tahun 1876 oleh seorang kontrolir Tenggralek, H.J van Swieten.

Ia mencatat bahwa singkong kurang dikenal atau tidak ada sama sekali pada beberapa daerah di Pulau Jawa, namun ditanam secara besar-besaran di daerah lain, khususnya di daerah yang kandungan airnya minim.

Menelusuri sejarah singkong di Pulau Jawa ternyata bukan perkara mudah. Apalagi nama “pohung” yang merujuk pada singkong sendiri berasal dari bahasa Jawa Baru, bukan dari Jawa Kuno.

Dalam bahasa Jawa Kuno sendiri, tidak ditemukan secara spesifik sebagaimana kata “pohung”.

Kata yang ada lebih merujuk pada tanaman sebangsa umbi-umbian secara umum, misalnya kata “huwi” yang merujuk pada tanaman sebangsa umbi-umbian.

Sejarah Singkong di Pulau Jawa, Dulu Jadi Makanan Para Petapa Majapahit

Namun dalam catatan yang lain, tepatnya dalam buku “Arjunawijaya a Kakawin Of Mpu Tantular”, peneliti Supomo menyebut tentang cacah, yaitu campuran antara nasi dengan singkong.

Dalam catatannya Supomo menulis:

“Di tempat-tempat di mana irigasi tidak memungkinkan, sawah kering ditanami. Ini adalah cara bercocok tanam padi yang biasa dilakukan oleh komunitas religius yang tinggal di perbukitan dan di hutan yang baru dibuka jauh dari desa-desa yang sudah mapan. Di lahan kering, selain padi gaga, masyarakat juga menanam berbagai jenis umbi-umbian: mowi, suga, dan tales, dan mungkin beberapa jenis singkong. Nasi campur singkong yang disebut cacah dan sayur-sayuran tampaknya telah menjadi makanan pokok bagi mereka yang tinggal di pertapaan.”

Dilansir dari suluhnusantarabakti.or.id, catatan menarik tentang cacah tersebut menyebutkan kalau singkong sebenarnya sudah dikenal sejak era Majapahit, khususnya era Raja Rajasanagara di mana Mpu Tantular hidup pada eranya.

Ia mungkin lebih dikenal karena singkong merupakan salah satu makanan untuk para pertapa. Apalagi tradisi pertapa jauh sudah ada sebelum era Majapahit.

Jika benar demikian, singkong bukanlah tanaman yang dibawa oleh Portugis, melainkan tanaman asli Indonesia. Pada masa Majapahit, singkong menjadi makanan para pertapa di mana penyajiannya dicampur dengan nasi.

Kemungkinan besar makanan itu digunakan sebagai salah satu cara menanggalkan kemewahan kehidupan duniawi.

Mulai dari Temanggung hingga Kudus, Begini Sejarah Peradaban Tembakau di Jawa Tengah
Mulai dari Temanggung hingga Kudus, Begini Sejarah Peradaban Tembakau di Jawa Tengah

Masyarakat Jawa percaya tembakau sudah hadir jauh masa sebelum kedatangan Penjajah Portugis.

Baca Selengkapnya
5 Fakta Kelompok Paduan Suara Asal Cimahi Tertipu Agen Travel, Sempat 12 Jam Telantar di Bandara Singapura
5 Fakta Kelompok Paduan Suara Asal Cimahi Tertipu Agen Travel, Sempat 12 Jam Telantar di Bandara Singapura

Terdapat 60 orang anggota paduan suara yang menjadi korban dari kasus penipuan tersebut. Polisi saat ini sudah turun tangan.

Baca Selengkapnya
Sejarah Rumah Potong Jagalan di Solo, Peninggalan Pakubuwono X
Sejarah Rumah Potong Jagalan di Solo, Peninggalan Pakubuwono X

Keberadaan rumah potong hewan ini tak bisa lepas keberadaannya dari sejarah Kota Surakarta.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Ada Plakat untuk Mengenang Pendaki yang Hilang, Ini 4 Fakta Gunung Singgalang Sumatra Barat
Ada Plakat untuk Mengenang Pendaki yang Hilang, Ini 4 Fakta Gunung Singgalang Sumatra Barat

Di balik pesonanya, tersimpan cerita tragis yang dialami oleh para pendaki Gunung Singgalang ini.

Baca Selengkapnya
Sejarah Siomay Bandung, Jadi Jajanan Kaki Lima Paling Enak di Dunia Nomor 1 Versi Taste Atlas
Sejarah Siomay Bandung, Jadi Jajanan Kaki Lima Paling Enak di Dunia Nomor 1 Versi Taste Atlas

Didapuk sebagai jajanan terenak di dunia, begini sejarah siomay dan batagor.

Baca Selengkapnya
50 Kata Ucapan Peringatan G30S PKI, Kobarkan Semangat Juang Kenang Jasa Pahlawan dalam Peristiwa Kelam
50 Kata Ucapan Peringatan G30S PKI, Kobarkan Semangat Juang Kenang Jasa Pahlawan dalam Peristiwa Kelam

Berikut kata ucapan peringatan G30S PKI yang kobarkan semangat juang dan mengenang jasa pahlawan dalam peristiwa kelam.

Baca Selengkapnya
Bertemu Kaesang, Pedagang Pasar Kebayoran Lama Curhat Sepi Pembeli dan Lapak Jualan Tak Nyaman
Bertemu Kaesang, Pedagang Pasar Kebayoran Lama Curhat Sepi Pembeli dan Lapak Jualan Tak Nyaman

Keluhan itu pun menjadi catatan baginya dan akan diteruskan ke pihak PSI di DPRD DKI Jakarta dan pihak Pemprov DKI.

Baca Selengkapnya
Sejarah Polwan di Indonesia, Berawal dari 6 Perempuan dari Bukittinggi
Sejarah Polwan di Indonesia, Berawal dari 6 Perempuan dari Bukittinggi

Sejarah polwan di Indonesia bermula dari 6 sosok wanita yang menjadi murid pertama di sekolah polisi di Bukittinggi.

Baca Selengkapnya
Empat Pengedar Sabu Jaringan Internasional Ditangkap, Satu Warga Malaysia Jadi DPO
Empat Pengedar Sabu Jaringan Internasional Ditangkap, Satu Warga Malaysia Jadi DPO

Empat orang, dua perempuan dan dua laki-laki diamankan, sedangkan satu DPO warga negara asing

Baca Selengkapnya