Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah 20 Juni: Samuel Morse Menerima Hak Paten Telegraf, Baca Lebih Lanjut

Sejarah 20 Juni: Samuel Morse Menerima Hak Paten Telegraf, Baca Lebih Lanjut Samuel Morse. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Dikembangkan pada tahun 1830-an dan 1840-an oleh Samuel Morse dan penemu lainnya, telegraf merevolusi komunikasi jarak jauh pada zaman itu. Telegraf bekerja dengan mentransmisikan sinyal listrik melalui kabel yang diletakkan di antara stasiun.

Selain membantu menemukan telegraf, Samuel Morse juga mengembangkan kode yang menetapkan satu set titik dan garis untuk setiap huruf alfabet Inggris dan memungkinkan transmisi sederhana pesan kompleks melintasi jalur telegraf.

Pada tahun 1844, Morse mengirim pesan telegraf pertamanya, dari Washington, D.C., ke Baltimore, Maryland. Pada tahun 1866, sebuah jalur telegraf telah dipasang melintasi Samudra Atlantik dari AS ke Eropa.

Meskipun telegraf tidak lagi digunakan secara luas sejak awal abad ke-21 karena digantikan oleh telepon, mesin faks, dan Internet, telegraf tetap menjadi dasar bagi revolusi komunikasi yang mengarah pada inovasi-inovasi di kemudian hari.

Pada tanggal 20 Juni 1840 adalah tahun di mana telegraf mendapatkan hak patennya. Berikut cuplikan sejarahnya.

Perkembangan Telegraf Listrik

Pada awal abad ke-19, dua perkembangan di bidang kelistrikan membuka pintu bagi produksi telegraf listrik. Penghargaan untuk penemuan telegraf umumnya jatuh ke dua kelompok peneliti: Sir William Cooke (1806-1879) dan Sir Charles Wheatstone (1802-75) di Inggris, dan Samuel Morse, Leonard Gale (1800-83) dan Alfred Vail (1807-59) di AS.

Dilansir dari history.com, pada tahun 1830-an, tim Inggris Cooke dan Wheatstone mengembangkan sistem telegraf dengan lima jarum magnet yang dapat diarahkan di sekitar panel huruf dan angka dengan menggunakan arus listrik.

Sistem mereka segera digunakan untuk sinyal kereta api di Inggris. Selama periode ini, Morse yang lahir di Massachusetts dan berpendidikan Yale (yang memulai kariernya sebagai pelukis), bekerja untuk mengembangkan telegraf listriknya sendiri.

Morse tertarik dengan ide tersebut setelah mendengar percakapan tentang elektromagnetisme saat berlayar dari Eropa ke Amerika pada awal tahun 1830-an, dan kemudian belajar lebih banyak tentang topik tersebut dari fisikawan Amerika Joseph Henry (1797-1878).

Bekerja sama dengan Gale dan Vail, Morse akhirnya menghasilkan telegraf sirkuit tunggal yang bekerja dengan menekan tombol operator ke bawah untuk menyelesaikan sirkuit listrik baterai.

Tindakan ini mengirim sinyal listrik melintasi kabel ke penerima di ujung yang lain. Semua sistem yang dibutuhkan hanyalah kunci, baterai, kabel, dan garis kutub antara stasiun untuk kabel dan penerima.

Hak Paten Telegraf oleh Samuel Morse

Untuk mengirimkan pesan melalui kabel telegraf, pada tahun 1830-an Morse dan Vail menciptakan apa yang kemudian dikenal sebagai kode Morse. Kode Morse adalah skema pengkodean karakter yang memungkinkan operator untuk mengirim pesan menggunakan serangkaian pulsa listrik yang direpresentasikan sebagai pulsa pendek atau panjang, titik, dan garis.

Awalnya, kode tersebut, ketika ditransmisikan melalui sistem telegraf, diberikan sebagai tanda pada selembar kertas yang kemudian akan diterjemahkan kembali oleh operator telegraf ke dalam bahasa Inggris.

Namun, dalam praktiknya operator dapat mendengar dan memahami kode hanya dengan mendengarkan klik pada receiver, sehingga kertas digantikan oleh receiver yang menghasilkan bunyi bip yang lebih jelas.

Melansir dari morsedecoder.com, kode morse dikembangkan pada tahun 1830-an dan kemudian populer pada tahun 1840-an. Samuel Morse menerima paten dari AS untuk sinyal telegrafi pada tanggal 20 Juni 1840.

Penggunaan Telegraf dan Kode Morse

Penemuan telegraf sangat membantu proses pengiriman informasi ke seluruh dunia dengan lebih cepat. Sebelum penemuan telegraf, informasi harus dikirim dengan kuda, kapal, kereta api, dan transportasi lainnya. Hal ini memakan waktu sangat lama dan tidak efektif untuk banyak stasiun kereta api.

Pemerintah juga menggunakan penemuan ini untuk tujuan militer. Pemerintah menggunakan telegraf untuk mengirim informasi dan pesan rahasia ke kota-kota lain selama perang. Telegraf banyak digunakan selama perang dunia 1. Telegraf juga digunakan di kapal yang akan melintasi lautan. 

“What hath God wrought” adalah pesan resmi pertama yang dikirim oleh Samuel F.B. Morse pada 24 Mei 1844, untuk membuka jalur telegraf Baltimore - Washington. Penggunaan telegraf dengan cepat diterima oleh orang-orang yang menginginkan cara yang lebih cepat dan mudah untuk mengirim dan menerima informasi.

Namun, penggunaan perangkat yang luas dan sukses membutuhkan sistem stasiun telegraf terpadu di mana informasi dapat ditransmisikan. Perusahaan Telegrafi Western Union, yang didirikan sebagian oleh Cornell, pada awalnya hanyalah satu dari banyak perusahaan yang berkembang di sekitar media baru selama tahun 1850-an.

Namun, pada tahun 1861, Western Union telah meletakkan jalur telegraf lintas benua pertama, menjadikannya perusahaan telegraf nasional pertama. Sistem telegraf juga tersebar di seluruh dunia.

Sistem ekstensif muncul di seluruh Eropa pada akhir abad ke-19, dan pada tahun 1866 kabel telegraf permanen pertama telah berhasil dipasang melintasi Samudra Atlantik. Terdapat 40 jalur telegraf yang melintasi Atlantik pada tahun 1940.

Meskipun kode Morse memiliki area penggunaan yang terbatas pada saat ini, kode morse masih digunakan dalam penerbangan, aktivitas radio amatir, dan teknologi bantu (AT).

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP