Rasanya tak ada duanya
Durian merupakan buah yang banyak peminatnya, khususnya di Indonesia. Selain pasar lokal, durian juga mendapatkan tempat tersendiri bagi masyarakat global. Hal ini ditandai dengan banyaknya nilai ekspor durian.
Advertisement
Produsen Durian
Indonesia jadi produsen durian peringkat pertama di Asia Tenggara.
Mengutip Instagram @indonesiago.id, permintaan global durian melonjak dan diprediksi meroket 400% setiap tahunnya.
Buah ini menyimpan potensi ekonomi jumbo. Bahkan di 2024 ini, potensi ekspor durian, khususnya ke Cina, juga diprediksi kembali meningkat mencapai US$8 miliar atau sekitar Rp131 triliun.
Advertisement
Durian Jatim
Jawa Timur merupakan salah satu daerah penghasil durian. Beberapa durian premium asal Jawa Timur yakni durian kembang, durinan ripto, durian gencono, durian merah, durian kasmin, dan masih banyak lagi.
Advertisement
Durian Pasuruan
Ada delapan kecamatan penghasil durian di Kabupaten Pasuruan, yakni Kecamatan Purwodadi, Tutur, Puspo, Lumbang, Pasrepan, Purwosari, Prigen dan Sukorejo.
Salah satu penghasil durian premium ada di Kecamatan Lumbang, tepatnya di Desa Kronto. Saat ini, perkebunan durian di desa ini telah dikembangkan menjadi Home Agrowisata Durian Endemik Kronto.
Advertisement
Si Kasmin
Mengutip situs resmi Pemkab Pasuruan, Si Kasmin adalah durian unggulan asal Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kasmin merupakan durian endemik Desa Kronto.
Durian Kasmin memiliki ukuran buah yang besar, bahkan beratnya bisa mencapai 5 kilogram. Durian ini memiliki bentuk agak lonjong dengan warna daging kuning, rasanya pun sangat manis dan tidak ada pahitnya sama sekali.
Advertisement
Cara Seru Menikmati Durian
Rozi (52), salah satu petani di Desa Kronto memiliki 500 pohon durian yang tumbuh di sekitar areal persawahan padi seluas 300 meter persegi. Setiap pohon rata-rata berbuah antara 50-100 durian, tergantung usia pohon tersebut.
Rozi membagikan tips cara menikmati buah durian. Menurut dia, belum banyak orang tahu bahwa durian matang ada dua jenis. Pertama, matang di pohon. Kedua, matang setelah disimpan selama beberapa waktu.
“Nikmatnya makan durian yang jatuh dari pohon langsung mengalahkan durian yang matang setelah disimpan. Apalagi jika durian dinikmati langsung di tempat," ujar Rozi, dikutip dari situs resmi Pemkab Pasuruan.
Pecinta durian juga tak perlu khawatir dengan harga. Membeli durian di kebun jelas lebih murah dibanding membeli di pinggir jalan.
Advertisement