Kuliah dari Balik Jeruji Besi, Begini Kisah Inspiratif 15 Narapidana Lapas Madiun Raih Gelar Diploma

Menjadi narapidana tidak mematahkan semangat mereka untuk belajar

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Kuliah dari Balik Jeruji Besi, Begini Kisah Inspiratif 15 Narapidana Lapas Madiun Raih Gelar Diploma
Kuliah dari Balik Jeruji Besi, Begini Kisah Inspiratif 15 Narapidana Lapas Madiun Raih Gelar Diploma (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/madiuntoday.id

Berada di rumah tahanan tidak menyurutkan semangat untuk belajar. Sebanyak 15 narapidana Lapas Kelas 1 Kota Madiun membuktikannya. Mereka bisa menjalani perkuliahan selama berada di sel tahanan.

Kuliah di Tahanan

Sejumlah narapidana di Lapas Kelas 1 Kota Madiun menjalani pendidikan tinggi jenjang Diploma I (D1) Teologi.

Mengutip Instagram @madiuntoday.id, pelaksanaan kuliah dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, kuliah dilakukan secara online dengan difasilitasi Lapas. Kedua, dosen datang ke Lapas untuk melakukan perkuliahan secara langsung di sana.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kepala Lapas Kelas 1 Madiun, Kadek Budhiarta menuturkan, perkuliahan di dalam Lapas merupakan bagian dari program pendidikan kepribadian untuk warga binaan.

Wisuda

Wisuda
Dok. Istimewa

Berkat kerja keras mereka, 15 narapidana berhasil menyelesaikan pendidikan Diploma 1 (D1) Teologi. Mereka menjalani wisuda pada Selasa (11/6/2024). Aura bahagia memancar dari wajah para wisudawan.

‘’Bangga sekali, puji Tuhan. Ini anugerah Tuhan dan proses dari Tuhan. Kami bangga sebagai warga binaan pertama di sini, merasa dimanusiakan,’’ ungkap Yulius Galiendra, salah seorang wisudawan, dikutip dari situs madiuntoday.id.

Usai lulus program Diploma 1, Yulius mengaku semakin bersemangat  melanjutkan ke jenjang S1.

‘’Setelah ini mau lanjut ke S1,’’ imbuhnya.

Program Lanjutan

Selain menggelar wisuda Diploma Teologi, pihak Lapas Kelas 1 Madiun juga meresmikan program S1 Teologi. Kegiatan ini merupakan kerja sama Lapas Kelas 1 Madiun dengan Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Indonesia serta Yayasan Indonesia Bangkit. 

Pada saat bersama, diselenggarakan pula sertifikasi pendidikan pondok yang bekerja sama dengan Kemenag Kota Madiun dan Ponpes Mujaddadiyah. Kini, di Lapas Kelas 1 Madiun terdapat pondok pesantren yang bernama Hayatus Salam.

Simak juga kisah inspiratif dari Lapas Pemuda Madiun

Rekomendasi