Prediksi Harga Emas Sepekan, Lengkap dengan Faktor Mempengaruhi

Harga emas menguat sepekan di US$ 4.376,82 per troy ounce seiring ekspektasi The Fed mereda. Bagaimana proyeksi harga emas untuk pekan depan? Ini pandangan anal

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Prediksi Harga Emas Sepekan, Lengkap dengan Faktor Mempengaruhi
Foto ilustrasi AI.

Harga emas menguat pada pekan lalu seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September. Di pasar spot, harga terakhir tercatat US$ 4.376,82 per troy ounce.

Menurut Kitco News, Senin (17/8/2026), emas naik 0,84% selama sepekan dan bertambah 0,59% pada sesi harian. Penguatan ini memperpanjang tren kenaikan sepanjang Agustus.

Perdagangan berlangsung fluktuatif, namun sentimen beralih positif setelah data inflasi konsumen Amerika Serikat (AS) sejalan dengan ekspektasi, di tengah menurunnya peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan depan.

Pergerakan Sepekan: Dari US$4.342 ke Puncak US$4.450

Harga emas spot mengawali pekan di US$ 4.342,50 per troy ounce pada Minggu malam. Harga menguat pada Senin dan Selasa saat pelaku pasar menanti rilis inflasi konsumen (CPI) AS untuk Juli. Setelah CPI keluar sesuai perkiraan, reli berlanjut dan mendorong emas menyentuh level tertinggi mingguan US$ 4.450,23 pada Kamis.

Penguatan empat hari beruntun itu kemudian diikuti koreksi. Data inflasi tingkat grosir AS yang lebih rendah memicu aksi ambil untung, menekan harga pada akhir pekan.

Tekanan berlanjut hingga Jumat pagi, dengan emas sempat jatuh ke level terendah mingguan US$ 4.311,22 di tengah kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Menjelang penutupan pekan, harga berbalik menguat setelah penjualan ritel AS mencatat penurunan tak terduga sebesar 0,6%. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada September, yang biasanya menjadi angin penopang bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Mayoritas Analis Prediksi Harga Emas Naik

Survei Kitco News menunjukkan mayoritas analis optimistis terhadap pergerakan pekan depan. Sebanyak sembilan dari 10 analis Wall Street (90%) memperkirakan harga emas naik, sementara satu analis (10%) melihat potensi penurunan.

Adam Button, Head of Currency Strategy di investingLive, menilai ruang penguatan emas masih terbuka selama bertahan di atas area kunci.

"Jika emas mampu bertahan di atas US$4.300, saya pikir Anda akan merasa cukup baik. Pergerakan harga hari ini merupakan sinyal terbaik sejauh pekan ini," kata Button.

Sementara itu, analis StoneX Group Daniel Pavilonis menilai dibutuhkan katalis baru untuk mendorong kenaikan yang lebih signifikan. Menurut dia, data ekonomi AS sejauh ini belum cukup kuat untuk membawa emas mencetak rekor baru.

"Kita membutuhkan eskalasi geopolitik, semacam situasi konflik yang dapat mendorong permintaan emas," ujar Pavilonis.

Pavilonis juga mewaspadai potensi koreksi dari sisi teknikal. Ia menyebut terbuka kemungkinan terbentuknya pola head-and-shoulders jika harga gagal menembus level tertinggi baru.

Agenda AS: Risalah FOMC hingga Indikator Aktivitas

Pekan depan, arah harga emas akan banyak dipengaruhi rilis data AS. Risalah rapat FOMC 28–29 Juli menjadi perhatian utama karena memberi petunjuk pandangan pejabat The Fed terhadap inflasi, pertumbuhan, dan arah kebijakan suku bunga.

Selain risalah FOMC, pasar juga mencermati data manufaktur, Housing Starts, Building Permits, klaim pengangguran mingguan, Philadelphia Fed Manufacturing Index, serta Flash S&P Global Composite PMI.

Marc Chandler, Managing Director Bannockburn Global Forex, memperkirakan emas masih berpeluang menguat dan menguji area rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar US$ 4.503 per troy ounce.

"Saya menyukai prospek emas yang lebih tinggi pekan depan dan memperkirakan harga akan menguji moving average 200 hari di sekitar US$ 4.503," kata Chandler.

Rekomendasi