Desa Pelemwatu di Kabupaten Gresik, Jawa Timur berhasil mengubah kesan tertinggal menjadi desa mandiri. Mulai membuat lumbung padi mandiri hingga alat pertanian untuk memudahkan kehidupan warga.
Advertisement
Dulu vs Sekarang
Mengutip Instagram @disbudparjatimprov, dulu di Desa Pelemwatu ada penampungan sampah yang terkesan kumuh. Selain itu, ada sejumlah kisah negatif lain
Selanjutnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Pelemwatu bersama warga gotong-royong mengubah bekas penampungan sampah yang kumuh menjadi objek wisata telaga.
Advertisement
Telaga Pelemwatu
Siapa sangka, Telaga Pelemwatu yang dulunya bekas penampungan sampah kini tampil memesona. Tempat ini sudah jauh dari kesan kumuh.
Bahkan, kini jadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Gresik. Setiap hari, wisatawan yang berkunjung ke sini sekitar 100 orang. Jumlah kunjungan meningkat pada akhir pekan yang mencapai sekitar 500 wisatawan.
Objek wisata Telaga Pelemwatu menawarkan sejumlah fasilitas, mulai dari sepeda bebek hingga camping menggunakan tenda. Di sini juga sudah dilengkapi fasilitas seperti toilet hingga kantin.
Bahkan, ada juga wahana air untuk anak-anak. Berbeda dari wahana air pada umumnya, objek wisata di Desa Pelemwatu ini menyuguhkan wahana air dengan pemandangan alam perdesaan.
Advertisement
Menariknya, warga Desa Pelemwatu bisa mengakses objek wisata ini secara cuma-cuma. Hal ini sebagai bentuk komitmen Pemdes Pelemwatu melayani warga.
(Foto: Dok. Desa Pelemwatu)
Advertisement
Mandiri Pangan
Pertanian menjadi jantung kehidupan di desa ini. Pemdes melalui BUMDesa Pelemwatu mendirikan usaha selep padi hingga pengemasan beras. Mereka ingin memastikan warga tidak kekurangan pangan.
Advertisement
Usaha Lain
Selain usaha pengemasan beras, BUMDesa Pelemwatu juga memiliki sejumlah unit usaha lain seperti pembuatan mesin rumah tangga dan pertanian. Di sini ada juga UKM pengrajin rotan yang berhasil mengekspor produknya hingga ke India.
Advertisement
Inisiatif membuat usaha pengemasan beras hingga produksi alat pertanian bertujuan untuk memudahkan kehidupan warga setempat. Beras kemasan BUMDesa baru dijual kepada pihak lain jika kebutuhan pangan warga Desa Pelemwatu sudah tercukupi.
Sementara itu, mesin yang mempermudah proses hingga pengolahan hasil pertanian terus diproduksi untuk meringankan aktivitas warga sebagai petani. Pasalnya, mayoritas warga Desa Pelemwatu adalah petani.