Jejak Kejayaan Kaum Yahudi di Surabaya, Ada Crazy Rich yang Kekayaannya Tak Tertandingi hingga Arsitek Bangunan-bangunan Megah

Komunitas yahudi di Surabaya sudah eksis sejak sebelum Indonesia merdeka. Mereka bukan orang-orang biasa, ada saudagar kaya raya hingga arsitek bangunan megah.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Jejak Kejayaan Kaum Yahudi di Surabaya, Ada Crazy Rich yang Kekayaannya Tak Tertandingi hingga Arsitek Bangunan-bangunan Megah
Jejak Kejayaan Kaum Yahudi di Surabaya, Ada Crazy Rich yang Kekayaannya Tak Tertandingi hingga Arsitek Bangunan-bangunan Megah (Merdeka.com)

Jumlahnya tak banyak, tapi komunitas yahudi ini terkenal solid

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Komunitas yahudi di Surabaya sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan makam kaum yahudi di kompleks pemakaman Kembang Kuning Kota Surabaya.

(Foto: TikTok @jadimaukemana)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kaum yahudi ini terdiri dari pegawai pemerintah, tentara, arsitek, hingga saudagar dari berbagai negara di Eropa. Kedatangan kaum yahudi di Surabaya tak bisa dilepaskan dari aktivitas perdagangan. Pada masa akhir kolonial Belanda, ada saudagar ternama dan kaya raya bernama Charles Mussry.

(Foto: TikTok @jadimaukemana)

Crazy Rich

Crazy Rich
Dok. Istimewa

Charles Mussry lahir pada tahun 1919 dan meninggal pada tahun 1971. Makamnya berada di area pemakaman yahudi kompleks Kembang Kuning Kota Surabaya


(Foto: TikTok @jadimaukemana)

Sang Arsitek

Sang Arsitek
Dok. Istimewa

Mengutip dari unggahan TikTok @jadimaukemana, Cornelius Cosman Citroen merupakan arsitek Belanda beragama Yahudi yang punya jasa besar terhadap Kota Surabaya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Karya Cosman antara lain Balai Kota Surabaya yang ia rancang sejak tahun 1915 hingga 1917. Selain itu, Cosman juga pernah merancang gedung Societeit Concordia Jembatan Kebondalem, Darmo Zikenhuis atau Rumah Sakit Darmo, Jembatan Wonokromo, Jembatan Gubeng, hingga Rumah Dinas Wali Kota Surabaya.

Kuasai Berbagai Ilmu

Sebelum operasi rainhard tahun 1942, masyarakat yahudi menguasai berbagai bidang ilmu hingga teknik infrastruktur. Tak heran jika hingga kini masih banyak dijumpai bangunan dengan lambang bintang Daud di Kota Surabaya. Dulu, mereka juga diberi keleluasaan mengekspresikan keyakinannya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Situasi kaum yahudi di Indonesia pada Agustus 1943. Saat itu, nyaris semua orang yahudi ditangkap oleh kolonialis Jepang dan ditahan di kamp konsentrasi. Jumlah penganut yahudi kian berkurang seiring masa penindasan yang dilakukan Jepang dengan dukungan Jerman.

(Foto: TikTok @jadimaukemana)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Jumlah makam kaum yahudi di kompleks Kembang Kuning tidak sebanyak kaum nasrani, tapi keberadaannya jadi saksi bisu masa keemasan yang pernah mereka alami.

(Foto: TikTok @jadimaukemana)

Rekomendasi