Pemerintah Kota (pemkot) Mojokerto, Jawa Timur, memberikan tiket emas masuk sekolah pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2023 kepada calon siswa yang memiliki prestasi di bidang keagamaan dan olahraga.
Anak-anak yang bisa menghafalkan Alquran diberi jaminan lebih mudah diterima di sekolah yang ada di wilayah setempat.
"Kami memberikan ruang apresiasi. Dulu jalur prestasi itu dari olahraga, kami tambah ada prestasi di bidang keagamaan yaitu bagi hafiz hafizah (penghafal Alquran)," ungkap Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari usai menghadiri sosialisasi PPDB dalam jaringan (daring) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Mojokerto, Senin (22/5/2023).
Advertisement
Kemampuan Khusus
Menurut Wali Kota Mojokerto, anak-anak yang memiliki kemampuan menghafalkan Alquran termasuk anak-anak berkemampuan khusus karena jumlahnya terbatas.
“Mungkin hanya berapa persen saja anak-anak usia segitu bisa menghafalkan Alquran. Ini (tiket emas masuk sekolah) bentuk apresiasi kami," tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.
Adapun tahun ini merupakan pelaksanaan PPDB daring kelima. Pemkot Mojokerto optimis pelaksanaan PPDB tahun ini berjalan lancar.
"Mungkin belajar dari kendala-kendala di tahun-tahun awal bisa antisipasi semuanya. Saya optimistis semua sudah bisa berjalan lancar dan sukses. Ibarat jam terbang itu kan bisa hafal jalannya," lanjut Ning Ita, dikutip dari Antara.
Kuota PPDB di Kota Mojokerto tahun ini, tambah dia, cukup untuk para siswa yang lulus dari jenjang sebelumnya di sekolah-sekolah setempat.
Advertisement
Sekolah Gratis
Pemkot Mojokerto juga masih memberlakukan program sekolah gratis untuk para siswa di kota setempat. Program itu meliputi biaya sekolah gratis, seragam gratis, peralatan sekolah gratis, sepatu gratis, dan bus sekolah gratis.
"Tahun ini siswa akan mendapatkan sepatu sesuai ukuran masing-masing. Seragam dan peralatan sekolah akan diberikan saat daftar ulang," jelas Ning Ita.
Pelaksanaan sosialisasi PPDB daring sendiri diikuti sekitar 85 peserta. Terdiri dari kepala TK, SD, dan SMP negeri dan swasta, serta perwakilan pengawas se-Kota Mojokerto.