Dievakuasi, Bangkai Paus Balin Sepanjang 12 Meter Jadi Koleksi Museum Jatim Park II

Paus Balin yang hidup di perairan Australia terdampar di kawasan pesisir Kejawan Putih Tambak, Kota Surabaya kini sudah dievakuasi.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Dievakuasi, Bangkai Paus Balin Sepanjang 12 Meter Jadi Koleksi Museum Jatim Park II
Khofifah Tinjau Proses Evakuasi Paus Balin. ©2023 Merdeka.com

Baru-baru ini masyarakat Surabaya dihebohkan dengan penemuan bangkai seekor Paus Balin di kawasan pesisir Kejawan Putih Tambak, Kota Surabaya, Jawa Timur pada hari Senin (15/5) lalu.

Hari ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengawal langsung proses evakuasi Paus Balin dengan panjang sekitar 12 meter dan memiliki bobot 10 ton tersebut. Proses pengangkatan bangkai Paus Balin itu berjalan dengan lancar.

"Alhamdulillah prosesi evakuasi dan pengangkatan ikan Paus Balin yang begitu besar dengan panjang 12 meter dan berat 10 ton berjalan lancar," tulis Khofifah melalui akun resmi Instagramnya @khofifah.ip pada Kamis (18/5).

Jadi Wisata Edukasi

Dilansir dari akun resmi Instagram @khofifah.ip, rencananya setelah proses pengangkatan dan evakuasi Paus Balin dari kawasan pesisir akan dimuseumkan di Museum Satwa Jatim Park 2, Kota Batu, Malang.

Menurut Khofifah, kerangka dari Paus Balin ini nantinya menjadi tambahan koleksi di Museum Satwa Jatim Park 2 khususnya untuk wisata edukasi masyarakat. Proses perubahan menjadi kerangka memakan waktu yang cukup lama, kurang lebih satu setengah tahun.

"Paus Balin ini kerangkanya akan melengkapai Museum Satwa di Jatim Park 2. Tubuhnya dikubur dulu selama kurang lebih satu setengah tahun. Lalu, diambil lagi kerangkanya dan disusun ulang untuk dijadikan wisata edukasi," tulisnya.

Jatim Park II Kantongi Izin

Koordinator Badan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja Jawa Timur Suwardi mengatakan Jatim Park II disebut sudah mengajukan izin pemanfaatan tulang Paus Balin kepada BPSPL Denpasar Wilayah Kerja Jawa Timur.

Tak hanya itu saja, wahana wisata di Kota Batu juga mengantongi izin sebagai lembaga konservasi.

"Jatim Park sudah punya izin sebagai lembaga konservasi. Penitipan Paus dan Surat Angkut Jenis Ikan dari Surabaya ke Jatim Park," ujar  Suwardi.

Diautopsi

Saat bangkai Paus Balin ditemukan, langsung dilakukan serangkaian autopsi oleh tim dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya (Unair).

"Dikhawatirkan, paus itu mati karena ada penyakit atau parasit, itu yang belum diketahui. Makanya kami serahkan ke dokter hewan, apakah ada parasitnya," kata Koordinator Balau Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja Jawa Timur, Suwardi.

Proses autopsi dilakukan di lokasi tempat Paus Balin itu terdampar. Kendati demikian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda akibat kekerasan pada tubuh paus balin.Hingga saat ini belum ada kabar pasti terkait hasil autopsi yang dilakukan oleh para ahli. 

Diduga Faktor Cuaca

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan penyelidikan lanjutan akan dilakukan guna mengungkap penyebab kematian paus balin di kawasan pantai di daerah Kejawan Putih Tambak, Mulyorejo.

Penyelidikan tersebut sekaligus mengungkap penyebab mamalia tersebut bisa masuk ke wilayah perairan Indonesia, termasuk kemungkinan adanya faktor cuaca. Pasalnya, paus jenis "balin" itu merupakan hewan yang hidup di perairan Australia.

"Ini masih akan dicek besok, hasil pengambilan sampel akan ketahuan karena apa. Jenis paus ini tidak ada di perairan Indonesia karena ini jenis dari Australia," ujarnya.

Fakta Paus Balin

Paus Balin atau disebut dengan Paus Bungkuk termasuk dalam subordo bersama lumba-lumba dan pesut. Uniknya, Paus Balin memiliki tulang penyaring yang berfungsi untuk menyaring makanan dari air.

Paus Balin dewasa bisa berukuran 12-16 meter dengan bobotnya mencapai 36.000 kilogram. Selain itu, paus yang satu ini tidak memiliki gigi. Tubuhnya juga tergolong istimewa, bagian sirip dada berukuran panjang dan kepala menonjol.

Hewan yang dikenal sebagai hewan akrobatik ini juga sering muncul ke permukaan air. Biasanya Pasu Balin jantan mengeluarkan lagu yang terdengar 10 sampai 20 menit dan diulang untuk beberapa jam. Belum dipastikan secara ilmiah fungsi dari lagu tersebut, namun diperkirakan ada kaitannya dengan aktivitas seksual.

Rekomendasi