Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meminta para petugas haji memberikan pelayanan khusus sepenuh hati kepada para calon jemaah haji lanjut usia (lansia) selama menunaikan ibadah di Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi tahun 2023 ini.
"Ikrar petugas haji adalah membina, melayani dan melindungi, khususnya terhadap jemaah lansia," terangnya usai memimpin apel kesiapsiagaan petugas haji Indonesia Embarkasi Surabaya di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (11/5/2023) petang.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menyampaikan pesan berulang kali agar petugas haji memberi perhatian khusus kepada jemaah lansia sebagaimana tertuang dalam ikrar petugas haji.
"Memang harus terus disampaikan dan diingatkan karena tahun ini ada sekitar 1.700 lansia asal Jatim yang masuk kuota menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci," ungkap Khofifah, dikutip dari ANTARA.
Advertisement
Kuota Jemaah Haji
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag Jatim), Husnul Maram membeberkan bahwa pada tahun keberangkatan 2023 ini ada 35.152 calon jemaah haji asal Jawa Timur yang akan berangkat ke Tanah Suci. Selain jemaah haji, ada petugas haji asal Jawa Timur yang berjumlah 707 orang, termasuk pembimbing ibadah dan petugas kesehatan.
"Tahun ini dipenuhi lansia karena ada kemudahan dari kebijakan pemerintah setelah dua tahun penyelenggaraan ibadah haji ditiadakan akibat pandemi virus corona atau Covid-19,” terang Maram, dikutip dari ANTARA.
Pada 2022, penyelenggaraan haji dilakukan dengan pembatasan-pembatasan sebagai adaptasi era normal baru. Jemaah yang berangkat ke Tanah Suci adalah mereka yang usianya di bawah 65 tahun.
Secara keseluruhan, jumlah pendaftar haji asal Jawa Timur yang berusia di atas 65 tahun dan akan berangkat ke Tanah Suci tercatat sebanyak 11.274 orang.
Rinciannya, jemaah berusia 65-74 tahun sebanyak 7.857 orang. Usia 75-84 tahun sebanyak 1.271 orang. Usia 85-94 tahun sebanyak 2009 orang. Kemudian usia 95-119 tahun sebanyak 137 orang.
"Ada kebijakan dari pemerintah yang sebenarnya belum waktunya berangkat bagi lansia asal Jatim dimasukkan kuota berangkat haji tahun ini sebanyak 1.758 orang,” jelas Kakanwil Kemenag Jatim, dikutip dari ANTARA.
Ribuan orang calon jemaah haji berusia 85 hingga 119 tahun itu semestinya berangkat ke Tanah Suci sekitar 10-15 tahun mendatang. Mereka mendapat kuota khusus berangkat ke Tanah Suci tahun ini karena pertimbangan usia.
Advertisement
Petugas Haji Terlatih
Kakanwil Kemenang Jatim pun menjamin para calon jemaah haji lansia akan mendapat banyak pertolongan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Ada pelatihan khusus bagi petugas haji untuk memberikan pelayanan bagi jemaah lansia. Mulai dari keberangkatan, menjalankan ibadah di Tanah Suci, hingga pulang ke Tanah Air," tandas Husnul Maram.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pemberangkatan jemaah haji Indonesia kali ini akan disertai para petugas yang direkrut secara resmi. Tahun ini, Kemenag tidak memberlakukan sistem pendamping dari kalangan keluarga untuk para jemaah haji lansia.
Advertisement
Kisah Haru Mbah Harun
Calon jemaah haji Indonesia tertua adalah seorang petani asal Pulau Madura, namanya Mbah Harun. Pria berusia 119 tahun itu mendapat kuota prioritas lansia Kementerian Agama dalam rangka Haji Ramah Lansia.
Mbah Harun akan berangkat sendiri ke Tanah Suci menggantikan istrinya yang sudah meninggal dunia. Dia tetap merasa bersyukur mendapat kesempatan berkat doa dan bantuan dari keluarga.
Sebagaimana lansia pada umumnya, Mbah Harun juga mengalami penurunan kualitas kesehatan, terutama pendengaran. Namun, hal itu tidak menjadi halangan. Bahkan Mbah Harun mengaku sangat sehat. Ia telah melakukan vaksinasi penuh dan berhasil menyelesaikan proses administrasi sebagai calon jemaah haji Indonesia.