Apa Itu Feedback dalam Komunikasi dan Jenisnya, Pahami Fungsinya

Apa itu feedback? Feedback dalam komunikasi adalah tanggapan, reaksi, atau informasi yang diberikan oleh penerima pesan kepada pengirim

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Apa Itu Feedback dalam Komunikasi dan Jenisnya, Pahami Fungsinya
Ilustrasi mengobrol. ©Pixabay

Apa itu feedback?Feedback adalah sebuah istilah yang kerap digunakan dalam banyak kesempatan, terutama dalam dunia kerja, bisnis, maupun akademik. Feedback atau umpan balik berarti respon atau tanggapan pihak lain terhadap suatu hal yang kita kerjakan.

Jadi, feedback bukanlah saran, pujian, atau evaluasi. Apa itu feedback? Feedback mengandung informasi tentang bagaimana seseorang bekerja dalam upaya untuk mencapai suatu tujuan. Feedback sendiri terdiri dari dua jenis, yakni memberi dan menerima.

Kedua jenis feedback ini sama-sama tidak mudah untuk dilakukan dan dihadapi. Tak heran, pemahaman tentang bagaimana memberikan dan menerima feedback dengan baik menjadi pelajaran yang sangat penting dalam peran kepemimpinan.

Berikut penjelasan selengkapnya tentang apa itu feedback yang penting diketahui.

Mengenal Apa Itu Feedback

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa itu feedback saat pertama kali mendengarnya? Meski terdengar asing bagi beberapa kalangan, penggunaan istilah feedback dewasa ini sudah merasuk sampai pada lini percakapan informal sehari-hari. Jadi, sangat penting untuk mendapat pemahaman yang utuh mengenai apa itu feedback secara jelas.

Apa itu feedback? Mengutip Bussines Jargons, feedback adalah adalah tanggapan penerima komunikasi, terhadap pesan. Feedback memainkan peran penting karena membuat komunikasi menjadi efektif. Tanpa feedback yang tepat, komunikasi dianggap tidak lengkap. Dengan feedback, seseorang dapat mengungkapkan perasaan dan persepsinya kepada individu lain mengenai perilaku dan gaya kerjanya.

Jadi, feedback dalam komunikasi adalah tanggapan, reaksi, atau informasi yang diberikan oleh penerima pesan kepada pengirim. Ini adalah proses menginformasikan pada seseorang tentang area mana yang perlu mereka tingkatkan. Feedback sangatlah krusial dalam komunikasi dua arah untuk memastikan kedua belah pihak berada di halaman yang sama dan dapat mencegah kesalahpahaman atau kebingungan.

Feedback menjadi penting untuk komunikasi yang efektif karena membantu pengirim memeriksa apakah pesan mereka telah dipahami dan diterima sebagaimana dimaksud dan memodifikasi strategi komunikasi mereka sesuai kebutuhan. Feedback juga berperan untuk memperkuat ikatan kepercayaan dan hubungan antara pengirim dan penerima.

Jenis-Jenis Feedback dalam Komunikasi

Setelah mengetahui apa itu feedback, terdapat beberapa jenis feedback dalam komunikasi yang penting diketahui. Masing-masing jenisnya melayani tujuan tertentu dalam proses komunikasi. Berikut adalah jenis-jenis feedback yang paling umum:

  • Feedback formal

Ada banyak perusahaan yang mengadopsi jenis feedback ini untuk mengevaluasi produktivitas dalam waktu tertentu. Strukturnya feedback formal cukup sederhana dan objektif, memberi manajer dan karyawan kesempatan untuk berbicara tentang apa yang dapat mereka tingkatkan dalam pekerjaan dan strategi komunikasi mereka.

  • Feedback evaluatif

Feedback evaluatif adalah cara untuk menggambarkan perilaku individu dan memiliki hasil yang bermanfaat hanya jika positif. Jenis feedback ini tidak selalu direkomendasikan karena sering dianggap terlalu pribadi.

  • Feedback preskriptif

Feedback preskriptif adalah suatu bentuk saran di mana penerima memberi tahu pengirim cara memperbaiki cara kerjanya. Meskipun jenis feedback ini dapat membantu pada tahap awal, seperti saat pelatihan atau orientasi, namun feedback jenis preskriptif juga dapat menjadi cara untuk menghindari pemberian feedback yang konstruktif pada pekerjaan individu.

  • Feedback deskriptif

Sesuai namanya, feedback jenis ini digunakan untuk menggambarkan efek dari tindakan individu, yang mengarah pada penyajian opini yang relevan. Feedback deskriptif dianggap sebagai bentuk evaluasi terbaik di tempat kerja dan bidang lain, seperti pendidikan dan sains.

Agar termotivasi, terutama saat bekerja untuk orang lain, anggota tim perlu merasa dihargai, bahkan saat perbaikan perlu dilakukan. Cara yang terbukti untuk memberikan feedback yang baik adalah dengan menggabungkan rekomendasi yang diperlukan dengan kualitas pekerjaan mereka untuk menyimpulkan secara positif tentang orang yang dievaluasi.

Fungsi Feedback

Setelah mengetahui apa itu feedback, selanjutnya pahami peran penting feedback. Feedback adalah alat yang dapat membantu orang-orang mengevaluasi diri mereka sendiri dan pekerjaan mereka dan juga bagaimana orang lain memandang mereka.

Tak hanya karyawan dan siswa yang perlu menerima feedback, para pemimpin yang mengejar pertumbuhan dan perkembangan juga perlu meminta feedback guna mengevaluasi, memberi contoh, dan menjadi inspirasi bagi anggota-anggotanya.

Menurut penelitian, sebagian besar anggota tim menghargai evaluasi yang jujur. Sekitar 70% karyawan mengatakan bahwa mereka akan bekerja lebih keras jika manajer lebih menghargai upaya mereka.

Feedback profesional akan meningkatkan efek komunikasi, tak peduli apakah Anda seorang manajer, anggota tim, siswa, atau kolega. Oleh karena itu, dalam budaya feedback, evaluasi harus digunakan secara permanen, baik secara profesional maupun personal.

Berikut adalah beberapa peran penting atau fungsi feedback dalam komunikasi

  • Konfirmasi pemahaman. Dalam komunikasi yang efektif, orang perlu mengetahui bahwa pesan mereka telah diterima dan dipahami sebagaimana dimaksud. Tanpa feedback, pengirim mungkin tidak menyadari bahwa komunikasi mereka telah disalahpahami, yang dapat menyebabkan kebingungan dan kesalahan.
  • Meningkatkan komunikasi. Feedback membantu meningkatkan komunikasi dengan memberi tahu pengirim tentang apa yang berjalan dengan baik dan apa yang tidak.
  • Mengembangkan kepercayaan. Feedback yang disampaikan secara positif dan mendorong dapat membantu dalam mengembangkan kepercayaan antara pengirim dan penerima. Seiring waktu, ini dapat menghasilkan ikatan yang lebih dekat dan komunikasi yang lebih baik.
  • Mendorong perilaku positif. Memberikan feedback yang konstruktif dapat memotivasi penerima untuk terus terlibat dalam perilaku positif.
  • Mengidentifikasi area untuk perbaikan. Feedback negatif dapat digunakan untuk mengidentifikasi area untuk perbaikan. Namun, ketika diberikan secara konstruktif dan dengan niat membantu penerima belajar dan tumbuh, hal ini dapat menyebabkan perubahan besar dalam kualitas komunikasi.
Rekomendasi