Tanda Inner Child Terluka, Ketahui Penyebab dan Cara Mengobatinya

Inner child yang terluka dapat berpengaruh pada pola pikir, perilaku, dan hubungan sosial saat dewasa. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda inner child terluka sehingga dapat dengan segera memperbaiki hubungan baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tanda Inner Child Terluka, Ketahui Penyebab dan Cara Mengobatinya
Ilustrasi Anak Down Syndrome. talk-ds.org

Tanda inner child terluka sebaiknya perlu diketahui. Inner child merupakan bagian dari diri yang berasal dari refleksi pengalaman, perasaan, dan keyakinan yang terbentuk saat masa kanak-kanak.

Inner child terbagi menjadi dua bagian, yakni inner child yang sehat dan inner child yang terluka. Inner child yang terluka dapat berpengaruh pada pola pikir, perilaku, dan hubungan sosial saat dewasa.Beberapa orang jarang menyadari ia memiliki tanda inner child terluka.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda inner child terluka. Memahami tanda inner child terluka bisa memperbaiki hubungan baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

Berikut ini tanda inner child terluka yang perlu diketahui.

Pahami Apa Itu Inner Child

©Shutterstock/Dmitriy Shironosov

Inner child merupakan bagian dari diri seseorang merujuk pada aspek emosional dan psikologis yang masih mempertahankan perasaan, pikiran dan pengalaman emosional terkait dengan masa kanak-kanak. Inner child terbentuk atas kenangan, keyakinan, kebutuhan, dan keinginan semasa kanak-kanak sehingga berpengaruh pada cara seseorang berinteraksi dengan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Sebagai bagian dari sistem psikologis manusia, inner child merepresentasikan pengalaman masa kecil yang tersimpan dalam ingatan dan emosi sejak lahir hingga mencapai usia 7 tahun. Usia tersebut merupakan tahap perkembangan dan membangun persepsi tentang diri sendiri dan dunia di sekitarnya, hal yang paling berpengaruh adalah interaksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

Terbentuknya inner child semasa kanak-kanak mempengaruhi keputusan dan hubungan sosial seseorang termasuk bagaimana pola berpikir dan berperilaku, hingga kesehatan mental saat dewasa. Apabila kenangan yang tercermin semasa kanak-kanak berupa kenangan bahagia dan positif maka akan terbentuk inner child yang sehat. Inner child yang sehat meliputi kenangan berupa kebebasan, kreativitas, dan imajinasi yang kuat sehingga dapat memberikan energi positif, kegembiraan, dan inspirasi pada kehidupan masa dewasa.

Sementara pada inner child yang terluka, maka yang tertinggal adalah pengalaman yang menyakitkan dan traumatis semasa kanak-kanak. Inner child yang terluka meliputi kenangan saat merasa kehilangan, kekerasan, penelantaran, atau saat diri tidak aman sehingga menghasilkan kesulitan dalam mengatasi kecemasan, trauma, atau depresi saat masa dewasa. Sebab itu penting untuk mengenali tanda inner child terluka agar dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasinya.

Penyebab Inner Child Terluka

©Shutterstock.com/ pavla

Inner child yang terluka terjadi karena berbagai faktor yang berpengaruh pada terbentuknya pengalaman semasa kanak-kanak. Ketahui penyebab inner child yang terluka agar dapat mewaspadai berbagai tanda inner child yang terluka.

Berikut faktor-faktor yang menyebabkan munculnya tanda inner child terluka, di antaranya:

  • Pengalaman negatif

Pengalaman negatif yang terjadi semasa kanak-kanak mampu menyebabkan dampak jangka panjang pada kesehatan mental dan kesejahteraan emosional saat dewasa.

Pengalaman negatif bervariasi dan bersifat personal, tidak semua orang yang mengalami pengalaman negatif akan menghasilkan inner child terluka. Kekerasan fisik atau verbal, pelecehan seksual, kehilangan orang yang disayang, perpisahan dan penelantaran merupakan beberapa contoh pengalaman negatif yang dapat membuat seseorang merasakan sakit secara mendalam sehingga inner child terluka.

  • Trauma masa kecil

Trauma masa kecil meliputi berbagai pengalaman tidak menyenangkan yang berkaitan dengan pengalaman negatif. Setiap orang bereaksi berbeda terhadap trauma masa kecil, dampaknya pun akan bervariasi tergantung pada keparahan dan durasi trauma tersebut.

Trauma yang dialami semasa kecil dapat memberikan efek jangka panjang pada individu, apabila dibiarkan tanpa pengobatan atau penanganan yang memadai maka dapat menyebabkan inner child terluka.

  • Penekanan emosi

Saat mengalami penekanan emosi atau tekanan yang melewati batas, seseorang akan merasa tidak aman untuk mengekspresikan emosinya.

Misalnya apabila semasa kecil sering dipaksa untuk memendam emosi, tidak dihargai. Mmaka saat dewasa ada kemungkinan terbentuk pribadi yang sulit mengontrol emosi, merasa tidak berharga, gemar menyalahkan diri sendiri, dan kesulitan membentuk hubungan sehat. 

Hal tersebut karena inner child terluka sehingga rentan terhadap masalah mental seperti kecemasan dan depresi

  • Lingkungan tidak sehat

Lingkungan tidak sehat pada seorang anak dapat mempengaruhi bagaimana mereka memandang dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya.

Lingkungan yang tidak aman dan nyaman memungkinkan anak sulit membentuk identitas dan membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan di sekitarnya saat dewasa. Hal tersebut berdampak pada inner child yang terluka hingga mungkin tercipta pola perilaku merusak saat dewasa seperti kecanduan, perilaku kekerasan, dan sulit membangun hubungan yang baik.

  • Tidak terpenuhinya kebutuhan dasar

Kebutuhan dasar pada anak adalah cinta, kasih sayang, perhatian, pengakuan, dan rasa aman. Ketika kebutuhan dasar tersebut tidak dipenuhi, maka dapat menjadi penyebab trauma emosional dan mental yang berlanjut hingga dewasa. Inner child yang terluka akan mencari kebutuhan yang tidak terpenuhi semasa kecil dengan cara menjalin interaksi dengan orang lain.

Tanda Inner Child Terluka

©2015 Merdeka.com/shutterstock

Seperti yang telah dijelaskan, inner child merupakan bagian dalam diri yang merepresentasikan ingatan, emosi, dan pengalaman masa kecil. Sangat penting mencari dukungan dari profesional apabila mengalami tanda inner child terluka. Berikut beberapa tanda inner child terluka yang perlu diwaspadai:

  • Perasaan kesepian dan kecemasan

Saat inner child merasa tidak diakui, sering diabaikan, atau selalu merasa tidak aman semasa kecil, Anda mungkin merasa terisolasi dari lingkungan sehingga menyebabkan rasa kesepian dan kecemasan muncul dalam diri.

  • Rasa takut yang tidak rasional

Jika saat kecil sering merasa tidak nyaman atau berada pada posisi terancam maka inner child merasa tidak aman saat kecil, hal tersebut kemudian direpresentasikan pada rasa takut yang tidak rasional terhadap sesuatu atau bahkan tanpa alasan yang jelas.

  • Kehilangan kepercayaan pada orang lain

Tanda inner child terluka salah satunya adalah tidak dapat memercayai orang lain karena tidak dapat membangun hubungan yang baik.

  • Tidak mampu mengelola emosi dengan sehat

Inner child yang terluka membuat seseorang sulit mengelola emosi dengan sehat, sehingga dapat menyebabkan perilaku merusak diri sendiri.

©©2012 Shutterstock/bds

  • Sulit mengekspresikan diri 

Seseorang dengan inner child yang terluka mungkin sulit mengekspresikan diri dengan jujur, hal tersebut karena rasa takut akan adanya penolakan atau respon tidak dihargai.

  • Mengalami rasa malu dan rendah diri

Tidak dihargai hingga merasa tidak pernah cukup saat kecil dapat berakibat pada rasa malu dan rendah diri dalam situasi tertentu. Seseorang kehilangan rasa percaya diri karena merasa tidak mampu untuk melakukan suatu hal atau takut tidak memenuhi ekspektasi dari orang lain.

  • Ketergantungan pada kebiasaan buruk

Kecanduan mengonsumsi alkohol atau narkotika demi mendapat rasa nyaman mungkin menjadi akibat dari inner child yang merasa tidak aman atau tidak terjaga dengan baik saat kecil.

Jika mengalami tanda inner child terluka, jangan langsung diagnosis sendiri bahwa inner child terluka. Temui tenaga profesional untuk berkonsultasi dan memastikan kondisi kesehatan mental Anda.

Mengobati Luka pada Inner Child

© pexels.com/Maksim Goncharenok

Istilah “Inner child” jarang digunakan secara langsung dalam dunia medis. Konsep inner child lebih sering digunakan oleh para profesional kesehatan mental seperti psikolog, psikiater, maupun terapis dalam membantu pasien untuk memahami dan mengatasi masalah perasaan atau pengalaman yang berkaitan dengan masa kanak-kanak.

Dengan kata lain, istilah “inner child” tidak digunakan sebagai istilah medis atau diagnosis resmi, tetapi sebagai konsep psikologis dan emosional yang membantu seseorang dalam memahami dan memperbaiki diri mereka.

Jika anda mengalami tanda inner child, maka lakukan cara berikut sebagai jalan untuk menyembuhkan luka pada inner child, di antaranya:

  1. Mengenali bahwa inner child terluka

Pertama-tama, seseorang perlu menyadari bahwa mereka memiliki inner child yang terluka dan memahami apa yang menyebabkan inner child mereka terluka.

  1. Terapi

Terapi merupakan cara yang efektif untuk membantu memperbaiki inner child yang terluka. Terapis dapat membantu mengidentifikasi dan mengatasi emosi yang tidak sehat dan pikiran yang mempengaruhi kehidupan seseorang. Konsultasi kepada psikolog, psikiater, maupun terapis agar mendapatkan perawatan yang tepat.

  1. Mengasah keterampilan untuk mengelola emosi

Mengasah keterampilan untuk mengelola emosi dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti olahraga, yoga, atau relaksasi progresif yang membantu seseorang untuk meredakan stres dan mengatasi emosi yang tidak sehat.

  1. Meditasi

Meditasi membantu seseorang untuk memfokuskan perhatian mereka ke dalam diri mereka sendiri, mengembangkan kekuatan pikiran positif dan menenangkan pikiran

  1. Menulis jurnal

Menulis jurnal dapat dijadikan media bagi seseorang untuk mengungkapkan emosi mereka dan mengidentifikasi pola pikir yang tidak sehat sehingga dapat membantu seseorang untuk memahami dan mengatasi emosi mereka dengan lebih baik.

  1. Menerima dukungan dari orang lain

Menerima dukungan dari orang lain, seperti teman, keluarga, atau bergabung dengan klub yang memiliki permasalahan sama dapat membantu seseorang merasa didukung dan tidak kesepian sehingga semangat untuk sehat semakin tinggi.

  1. Membangun hubungan yang sehat

Membangun hubungan yang sehat dengan orang lain dapat membantu seseorang untuk merasa diterima dan dicintai, hal itu membantu mereka memperbaiki kemampuan dalam memercayai orang lain dan membangun hubungan yang sehat.

Mengobati inner child yang terluka memerlukan waktu dan kesabaran, namun dengan usaha yang terus-menerus, seseorang dapat memperbaiki inner child mereka dan mencapai kesehatan mental dan kesejahteraan yang lebih baik.

 

Penulis: Ara

Rekomendasi