Orang Tuanya Meninggal karena Tragedi Kanjuruhan, Bocah Kelas 5 SD Jadi Sebatang Kara

Alfiansyah (11), bocah kelas 5 di SDN Bareng 2 Kota Malang, Jawa Timur, menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal dunia pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10) malam.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Orang Tuanya Meninggal karena Tragedi Kanjuruhan, Bocah Kelas 5 SD Jadi Sebatang Kara
Ribuan Suporter Bola di Medan dan Palembang Gelar Doa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan. ©ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

Alfiansyah (11), bocah kelas 5 di SDN Bareng 2 Kota Malang, Jawa Timur, menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal dunia pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10) malam.

Bapak dan ibu Alfiansyah meninggal dunia saat hendak keluar dari Stadion Kanjuruhan Pintu 14, usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Pertandingan tersebut dimenangkan Persebaya dengan skor akhir 3-2.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta akan memberikan dukungan biaya sekolah Alfiansyah hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA).

"Untuk sekolah sudah disiapkan oleh Kapolda. Kapolda menyiapkan beasiswa sampai lulus SMA," tutur Dedi, Selasa (4/10/2022).

Ingin Jadi Polisi

Kadiv Humas Polri didampingi Kapolda Jatim dan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto menemui Alfiansyah dan kerabatnya di kediaman mereka. Pada kesempatan tersebut, Alfiansyah Siswa mengaku memiliki cita-cita menjadi seorang polisi.

Dedi menjelaskan, Polri akan memfasilitasi keinginan Alfiansyah dengan tetap mengedepankan profesionalisme. Ia akan menugaskan seorang Bhabinkamtibmas untuk membina Alfiansyah menggapai cita-citanya.

"Saat ditanya, adik Alfiansyah ini ingin menjadi polisi. Kita akan fasilitasi dengan tetap mengedepankan profesionalisme," kata Dedi, dikutip dari Antara.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan, pihaknya akan mempersiapkan Alfiansyah untuk menggapai cita-citanya sebagai polisi. Ia meminta Alfiansyah menjaga kondisi fisik dan kesehatan dengan bantuan pembinaan Bhabinkamtibmas.

"Tadi Alfiansyah menyampaikan memiliki cita-cita menjadi polisi. Saat ini, ia masih kelas 5 SD, jadi kita harus menata, seperti kondisi fisik, kesehatan," jelas Budi.

Biaya Pendidikan

Budi menambahkan, dalam waktu dekat pihak Polresta Malang Kota akan melakukan koordinasi dengan keluarga Alfiansyah dan pihak sekolah untuk menjamin seluruh biaya pendidikan anak yang ditinggalkan kedua orang tuanya tersebut ditanggung Polri.

Tidak hanya itu, Polresta Malang Kota juga mengangkat Alfiansyah sebagai anak asuh.

"Memang bantuan pendidikan ini tidak bisa mengembalikan nyawa orang tua Alfiansyah, tapi kami hadir sedikit untuk memberikan empati kepada korban. Alfiansyah akan kita angkat jadi anak asuh Polresta Malang Kota," katanya.

Rekomendasi