Obat Tak Terpakai dan Kedaluwarsa Rp7 Miliar Lebih Ditemukan di Gudang Farmasi Jember

Berbagai macam obat dan bahan medis tidak terpakai dan kedaluwarsa senilai Rp7 miliar lebih ditemukan di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Jawa Timur. Ini fakta selengkapnya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Obat Tak Terpakai dan Kedaluwarsa Rp7 Miliar Lebih Ditemukan di Gudang Farmasi Jember
Ilustrasi obat terapi Covid-19 melonjak. ©2021 Merdeka.com/pixabay.com

Berbagai macam obat dan bahan medis tidak terpakai dan kedaluwarsa senilai Rp7 miliar lebih ditemukan di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Jawa Timur.

Komisi D DPRD Jember menemukan fakta bahwa obat dan bahan medis tidak terpakai dan kedaluwarsa tersebut sudah tersimpan selama lima tahun.

"Obat-obatan dan bahan medis habis pakai yang rusak dan kedaluwarsa itu akan dimusnahkan oleh Dinas Kesehatan Jember," tutur Anggota Komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo di kabupaten setempat, Senin (24/7/2022).

Inspeksi Mendadak

Temuan sisa obat dan bahan medis tidak terpakai dan kedaluwarsa itu ditemukan Komisi D DPRD Jember saat melakukan inspeksi mendadak di gudang obat milik Dinas Kesehatan setempat. 

Ardi Pujo menjelaskan, pihaknya mendapatkan dokumen Dinas Kesehatan Jember tertanggal 21 Juni 2022 tentang rencana pemusnahan obat-obatan dan bahan medis sejak 2016 hingga 2021 yang melekat di UPTD Instalasi Farmasi Dinkes Jember.

Rinciannya, obat-obatan dan bahan medis dari instalasi farmasi kabupaten senilai Rp3,71 miliar, puskesmas dan Labkesda senilai Rp2,54 miliar, dan puskesmas anggaran JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) senilai Rp832 juta. Totalnya mencapai Rp7,08 miliar.

"Kami menemukan fakta bahwa obat kedaluwarsa yang akan dimusnahkan mencapai Rp7 miliar lebih. Apakah hal itu karena perencanaan pengadaan obat tidak tepat atau memang menghamburkan uang rakyat," ungkap Ardi, dikutip dari Antara.

Pengadaan Obat

Ardi menegaskan, pengadaan obat JKN melalui puskesmas harus benar-benar sesuai kebutuhan. Sebanyak 50 puskesmas di Kabupaten Jember tentu memiliki kebutuhan berbeda-beda. 

"Perlu perencanaan baik terkait pengadaan obat-obatan dan bahan habis pakai sehingga tidak terjadi pemborosan uang rakyat," tutur politikus Partai Gerindra itu.

Dia mengungkapkan, sebenarnya ada dua temuan saat Komisi D DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak di gudang farmasi Dinkes Jember. Selain melimpahnya stok obat kedaluwarsa, pihaknya menemukan stok obat anestesi kosong. 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinkes Jember dr. Lilik Lailiyah membenarkan rencana pemusnahan obat-obatan senilai Rp7 miliar lebih tersebut. Namun pemusnahan masih menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)

"Obat-obatan yang akan dimusnahkan itu sejak 2016 hingga 2021, namun tidak semuanya dari program APBD Jember karena ada obat-obatan yang berasal dari program Pemerintah Pusat," jelasnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Rekomendasi