Mengenal Klompen, Alas Kaki dengan Ciri Khas Majapahit Oleh-oleh Wajib dari Mojokerto

Alas kaki berbahan kayu atau klompen dengan ciri khas Majapahit disiapkan untuk menjadi oleh-oleh khas Kota Mojokerto. Ini potret uniknya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Mengenal Klompen, Alas Kaki dengan Ciri Khas Majapahit Oleh-oleh Wajib dari Mojokerto
Klompen, Alas Kaki dengan Ciri Khas Majapahit Oleh-oleh Wajib dari Mojokerto. ©2022 Merdeka.com/Instagram @diskopukmperindagmojokertokota

Salah satu upaya mendukung Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat menggelar pelatihan kepada masyarakat terkait pembuatan alas kaki berbahan kayu atau klompen.

Pelatihan pembuatan klompen bertujuan untuk menyiapkan masyarakat terlibat aktif dalam industri kreatif membuat oleh-oleh khas Kota Mojokerto.

"Salah satu prioritasnya mewujudkan Kota Mojokerto menjadi kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Setiap yang datang dan berwisata pasti butuh oleh-oleh untuk dibawa pulang, itulah yang harus kita siapkan pula," ungkap Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam keterangan pers di Mojokerto, Senin (30/5/2022).

Ciri Khas Majapahit

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh DISKOPUKMPERINDAG KOTA MOJOKERTO (@diskopukmperindagmojokertokota)

Pelatihan pembuatan alas kaki berbahan kayu digelar di Gedung Workshop Alas Kaki Surodinawan. Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, meninjau langsung hasil karya para peserta pelatihan oleh-oleh khas kota setempat.

"Kalau Kota Mojokerto sudah terkenal sebagai penghasil alas kaki, sepatu dan sandal bahkan sudah menjadi komoditas ekspor. Kenapa kita tidak mencoba sertifikasi usaha alas kaki yang berbahan dasar kayu seperti ini, menarik sekali," katanya.

Supaya terkesan berbeda, Ning Ita ingin klompen yang diproduksi sebagai oleh-oleh Kota Mojokerto memiliki ciri khas Majapahit. 

"Kami masukan unsur kerajaan Majapahit dalam klompen ini," tuturnya, dikutip dari Antara.

Harapan

Ning Ita berharap Kota Mojokerto memiliki ciri khas pakaian dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Baju sudah saya patenkan, warna khasnya Kota Mojokerto adalah terakota, batiknya batik matahari, pengembangan dari surya Mojopahit. Kalau nanti sandalnya sekalian kita bisa patenkan itu, kita akan punya ciri khas pakaian dari ujung rambut hingga ujung kaki," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya menuturkan, pelatihan pembuatan klompen adalah upaya penyegaran  dari produk alas kaki yang sudah ada di Kota Mojokerto.

"Ini baru pelatihan dasar, kami akan terus melakukan pendampingan agar produk yang dihasilkan oleh wirausaha pemula khususnya terkait klompen bisa lebih baik dan sempurna," ujarnya.

Halaman Berikutnya Usai Video Polisi Merokok Viral, Pelat Nomor Vespa Istri Diselidiki Polresta Tuban
Rekomendasi