3 Keputusan Jokowi Usai Kunjungi Lokasi APG Gunung Semeru, Bakal Relokasi Warga

Presiden Joko Widodo mengunjungi beberapa lokasi terdampak awan panas guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/12/2021). Ini sejumlah keputusan yang diambilnya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
3 Keputusan Jokowi Usai Kunjungi Lokasi APG Gunung Semeru, Bakal Relokasi Warga
Presiden Jokowi kunjungi lokasi bencana APG Gunung Semeru di Lumajang. ©2021 Merdeka.com/Instagram @jokowi

Presiden Joko Widodo mengunjungi beberapa lokasi terdampak awan panas guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/12/2021). Setelah berkeliling, Presiden Jokowi menetapkan beberapa keputusan berdasarkan pengamatannya terhadap kondisi di lapangan.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan hasil kunjungan Presiden Joko Widodo melalui akun Instagram pribadinya @thoriqul.haq, Selasa (7/12).

"Terima kasih Pak Presiden dan ada beberapa keputusan yang sudah ditetapkan," tulis Bupati yang akrab disapa Cak Thoriq itu.

Keputusan Presiden

 
 
 
View this post on Instagram
     

A post shared by THORIQUL HAQ (@thoriqul.haq)

Beberapa keputusan Presiden Joko Widodo yang sudah ditetapkan yakni pembangunan kembali Jembatan Gladak Perak dengan jangka waktu sembilan bulan. Pembangunan jembatan baru itu akan dilakukan dengan mengubah pondasi konstruksi menggunakan desain jembatan yang lebih aman.

"Kemudian juga akan dibangun jembatan gantung sebagai jembatan sementara untuk penghubung Kecamatan Candipuro - Kecamatan Pronojiwo yang bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda tiga," ungkapnya, dikutip dari Antara.

Selain itu, akan dilakukan pembangunan jalan pintas antarkecamatan yakni Kecamatan Pasirian-Tempursari sebagai akses kendaraan roda empat menuju Kecamatan Pronojiwo.

Baca Juga FOTO: Dahsyatnya Aliran Piroklastik Gunung Semeru di Tengah Status Awas

Relokasi Warga Terdampak

"Keputusan yang lain yakni melakukan relokasi (pindah tempat) kawasan permukiman yang terkena awan panas guguran di lahan Perhutani di desa setempat atau kawasan yang berdekatan dari permukiman warga asal," lanjutnya.

Tercatat sebanyak 60 KK di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro  bakal direlokasi. Relokasi itu membutuhkan lahan sekitar 3 hektare di Desa Sumberwuluh dan Desa Penanggal.

Kemudian sebanyak 217 KK di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro bakal direlokasi di lahan seluas 10 hektare di Desa Penanggal.

Terakhir, sebanyak 330 KK di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo bakal direlokasi di lahan seluas 15,4 hektare di Desa Oro-oro Ombo.

Pembangunan Jembatan Gladak Perak

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menyatakan pihaknya akan membangun kembali jembatan Gladak Perak di titik yang sama, namun dengan struktur bangunan berbeda.

Menurut dugaannya, faktor rusaknya jembatan Gladak Perak ialah pondasi yang sudah terkikis oleh terjangan lahar dingin, ditambah pengaruh awan panas guguran Gunung Semeru.

"Untuk itu, kami akan melakukan konstruksi ulang struktur bangunan jembatan Gladak Perak agar nantinya tidak bergantung pada pondasi bawah," terangnya.

Halaman Berikutnya Usai Video Polisi Merokok Viral, Pelat Nomor Vespa Istri Diselidiki Polresta Tuban
Rekomendasi