5 Fakta Menarik Wisata Sejarah di Jember, Gereja hingga Masjid Ini Punya Kisah Unik

Di beberapa sudut Kota Jember, Jawa Timur terdapat bangunan bersejarah yang tidak banyak diketahui ceritanya oleh masyarakat setempat. Ini fakta selengkapnya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
5 Fakta Menarik Wisata Sejarah di Jember, Gereja hingga Masjid Ini Punya Kisah Unik
Gereja Katholik Santo Yusup Jember. ©2021 Merdeka.com/Dok. Gereja Katholik Santo Yusup Jember

Di beberapa sudut Kota Jember, Jawa Timur terdapat bangunan bersejarah yang tidak banyak diketahui ceritanya oleh masyarakat setempat. Pencetus Angkutan Wisata Jember dari Tamasya Bus Kota (TBK) Hasti Utami didukung Dinas Perhubungan Jember pun menawarkan paket wisata City Tour untuk mengenalkan bangunan bersejarah di kota setempat.

City Tour dikemas secara asyik selama tiga jam. Pelaksanaannya dilakukan secara berkeliling dengan menggunakan angkutan lin klinting kuning atau bus wisata edukasi milik Dinas Perhubungan Jember.

Wisata City Tour itu diawali dengan mengunjungi Gereja Katholik Paroki Santo Yusup di Jalan Kartini. Gereja yang dibangun pada tahun 1927 itu menjadi salah satu jejak heritage di Jember.

Rute City Tour

Guide City Tour, Hasti Utami menjelaskan, rute wisata heritage diawali di Gereja Paroki Santo Yusup, kemudian di Masjid Jami' Baitul Amin lama dan baru. Selanjutnya, Menara Air Pasar Tanjung, kompleks toko pecinan di Jalan Sultan Agung, bangunan sejarah awal perkebunan di Jember di Kantor PTPN XII, masjid Roudhlotul Muchlisin, hingga berakhir di kafe Rollas.

Saat berada di Gereja Paroki Santo Yusup, para wisatawan mendapat buklet yang berisi informasi seputar gereja. Salah satu pastor, Romo Robertus Andi Priyambada O Charm menjelaskan perihal struktur gereja paroki dan beberapa ornamen yang ada di dalam gereja, sehingga wisatawan mengetahui secara detail tentang gereja Katholik tersebut.

 

Masjid Tertua

 
 
 
View this post on Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh 𝐕𝟏𝐑𝐎'𝐬 إنفيرو باريند 🇵🇸 🇮🇩 (@envirbrnd.24)

Dari gereja, wisatawan beranjak ke Masjid Jami' Al Baitul Amien. Masjid tertua di Jember ini dibangun sejak zaman kolonial Belanda. Di sana terdapat jam matahari yang operasionalnya menggunakan patokan sinar matahari untuk menentukan waktu salat.

Menurut penjelasan Hasti Utami, pada zaman dahulu belum ada jam, sehingga pengurus masjid menggunakan jam matahari sebagai patokan untuk melaksanakan ibadah salat lima waktu. Tak jauh dari jam matahari tersebut, terdapat tugu titik nol Jember.

Selain bangunan lama, ada juga bangunan baru Masjid Jami' Al Baitul Amien. Bangunan lama dan bangunan baru masjid ini dihubungkan dengan jembatan penyeberangan.

Bangunan masjid ini tergolong unik dan ikonik dengan kubah berwarna hijau. Kubah bundar itu menggambarkan meluasnya kebutuhan seluruh umat manusia tanpa dibatasi dengan sudut-sudut tertentu.

Baca Juga Bupati Jember Instruksikan Kesiapsiagaan Puskesmas di Objek Wisata Selama Lebaran

Menara Air Pasar Tanjung

Selanjutnya, rombongan wisatawan diajak mengunjungi bangunan bersejarah lain yakni Menara Air Pasar Tanjung. Hasti mengungkapkan, gema Proklamasi di Jember pertama kali diperdengarkan dari Radio RRI yang berada di Kantor Mantri Pasar Tanjung.

"Menara air Pasar Tanjung itu ada sejak sejarah perkebunan Jember dan memang salah satu bangunan heritage di Jember karena berdasarkan tahun penanda di pintu masuk menara air itu tertulis tahun 1932," ungkap Hasti, dikutip dari Antara.

Baca Juga Bupati Jember Pimpin Aksi Bersih Pantai Jember, Wujudkan Wisata Berstandar Internasional

Gedung NV LMOD

      View this post on Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh rollas.jember (@rollas.jember)

Dari Menara Air Pasar Tanjung, rombongan wisatawan diajak ke  Gedung NV. Landbouw Maatschappij Oud Djember (LMOD). Bangunan sejarah perkebunan di Jember ini sudah ada sejak tahun 1859.

Hasti mengatakan bangunan yang kini menjadi Kantor PTPN XII itu merupakan cikal bakal perkebunan di Jember, bahkan di Indonesia. Pasalnya, sejarah perkebunan bermula dari Jember.

NV. LMOD sendiri merupakan nama usaha dagang yang didirikan oleh George Birnie di sektor perkebunan. Komoditas awal usaha perusahaan pada zaman itu yakni tembakau, hingga kemudian meluas ke kopi dan gula.

Baca Juga Terobosan Baru! Tiket Integrasi Wisata Jember Papuma-Watu Ulo Resmi Berlaku, Harga Lebih Hemat

Perjalanan Penutup

Dari Gedung NV LMOD, wisatawan diajak menyusuri Jalan Gajah Mada untuk melihat sejumlah bangunan kuno di sepanjang jalan dan singgah di Masjid Roudhlotul Muchlisin.

Setelah mengelilingi sejumlah lokasi wisata heritage, wisatawan diajak beristirahat sembari menikmati kopi di Cafe Rollas. Bangunan kafe ini dulunya berfungsi sebagai wisma perusahaan LMOD dan kini masih dikelola PTPN XII.

"Berkeliling kota Jember dengan mengenal beberapa bangunan bersejarah di kawasan kota menjadi salah satu trip yang mengasyikkan sebagai wisata edukasi dan heritage dengan tiket cukup murah yakni Rp17.500 per orang," imbuh Hasti.

Salah satu wisatawan, Fitri mengaku senang dengan City Tour. Setelah mengikuti City Tou yang mengenalkan beberapa bangunan bersejarah di kawasan kota Jember, wawasannya bertambah.

Halaman Berikutnya Usai Video Polisi Merokok Viral, Pelat Nomor Vespa Istri Diselidiki Polresta Tuban
Rekomendasi