Penggunaan Kata Baku dan Tidak Baku yang Tepat, Pelajari Selengkapnya

Penggunaan kata baku dan tidak baku ini harus diperhatikan dengan benar dan diucapkan dengan tepat serta menyesuaikan keadaan. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai penggunaan kata baku dan tidak baku yang wajib dipelajari.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Penggunaan Kata Baku dan Tidak Baku yang Tepat, Pelajari Selengkapnya
Ilustrasi buku. ©Shutterstock.com/Shai_Halud

Bahasa Indonesia telah menjadi alat komunikasi utama bagi masyarakatnya. Dengan menggunakan bahasa Indonesia, warga dari berbagai daerah dan suku mampu saling memahami secara umum.

Dalam penggunaannya, bahasa Indonesia terdiri dari dua jenis yakni bahasa Indonesia baku dan tidak baku. Bahasa Indonesia yang baku biasanya digunakan dalam acara-acara atau kesempatan formal.

Sementara, bahasa Indonesia yang tidak baku bisa digunakan sebagai bahasa pergaulan dalam acara atau kegiatan yang lebih santai. Biasanya, kata-kata tidak baku diucapkan oleh orang yang sudah saling mengenal, teman sebaya, dan sejenisnya.

Penggunaan kata baku dan tidak baku ini harus diperhatikan dengan benar dan diucapkan dengan tepat serta menyesuaikan keadaan. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai penggunaan kata baku dan tidak baku yang wajib dipelajari.

Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku adalah kata yang digunakan yang telah sesuai dengan kaidah atau pedoman bahasa yang sudah ditentukan. Dalam KBBI Edisi Keempat disebutkan pengertian baku adalah pokok, utama; tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas dan kualitas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar mengutip Sulis Setiawati (2016:48) dalam Jurnal Skripta Universitas PGRI Yogyakarta.

Definisi lainnya menurut Kosasih dan Hermawan (2012:83), kata baku adalah kata yang diucapkan atau ditulis oleh seseorang sesuai dengan kaidah atau pedoman yang dibakukan. Kaidah standar yang dimaksud dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus. Kata baku umumnya sering dipakai pada kalimat resmi atau ragam bahasa baku, baik itu melalui lisan ataupun tulisan.

Sementara itu, kata tidak baku adalah kata yang digunakan yang tidak sesuai dengan kaidah atau pedoman bahasa yang telah ditentukan. Umumnya, kata tidak baku sering digunakan dalam percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur.

Ciri-Ciri Kata Baku dan Tidak Baku

Dalam penggunaan kata baku dan tidak baku, terdapat ciri-ciri yang mengidentifikasi perbedaan keduanya. Dilansir dari laman liputan6.com, ini dia ciri-ciri kata baku dan tidak baku tersebut;

1. Ciri-ciri kata baku

  • Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah,
  • Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa asing,
  • Pada pemakaian imbuhan kata baku ini bersifat eksplisit,
  • Baku adalah bahasa percakapan,
  • Kata baku digunakan sesuai dengan konteks kalimat,
  • Kata baku tidak terkontaminasi atau tidak rancu,
  • Kata baku tidak mengandung arti pleonasme,
  • Kata baku tidak mengandung hiperkorek.

2. Ciri-ciri kata tidak baku

  • Biasanya digunakan dalam bahasa sehari-hari
  • Sudah dipengaruhi oleh bahasa asing atau bahasa daerah
  • Sudah dipengaruhi oleh perkembangan zaman
  • Bentuknya mudah berubah-ubah
  • Memiliki arti yang sama meskipun terkesan berbeda dengan bahasa baku

Fungsi Kata Baku dalam Bahasa Indonesia

Kata baku dalam bahasa Indonesia diketahui memiliki empat fungsi. Tiga di antaranya bersifat pelambang atau simbolis, sedangkan yang satu bersifat objektif. Mengutip Sugihastuti & Siti Saudah (2018:18), fungsi dari kata baku tersebut adalah;

  1. fungsi pemersatu, artinya mempersatukan penutur atau penulisnya menjadi satu masyarakat bahasa.
  2. fungsi pemberi kekhasan, artinya pembakuan kata dalam bahasa dapat menjadi pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa lainnya.
  3. fungsi pembawa kewibawaan, artinya kata baku yang diterapkan dalam bahasa dapat memperlihatkan kewibawaan pemakainya.
  4. fungsi kerangka acuan, artinya kata baku menjadi patokan bagi benar atau tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau kelompok.

Penggunaan Kata Baku dan TIdak Baku

Dalam praktiknya, penggunaan kata baku dan tidak baku umumnya terbagi menjadi seperti berikut;

Kata baku digunakan untuk;

  • Membuat surat dinas, surat edaran dan surat resmi lainnya.
  • Membuat laporan
  • Membuat karya ilmiah
  • Membuat nota dinas
  • Membuat surat lamaran pekerjaan
  • Saat musyawarah atau diskusi
  • Saat berpidato dan rapat dinas
  • Surat menyurat antar organisasi, instansi atau lembaga, dan lain sebagainya.

Sementara, kata tidak baku umumnya digunakan untuk kegiatan sehari-hari sebagai bahasa pergaulan dengan teman sebaya, orang yang telah dikenal, keluarga, dan orang-orang yang dirasa akrab lainnya.

Rekomendasi