Di salah satu desa di lereng Gunung Merapi, kawasan bangunan berarsitektur khas Jawa dengan pelataran luas dan asri menyita perhatian siapapun yang datang berkunjung. Kawasan itu tak lain ialah Omah Petroek yang berlokasi di Pakem, Wonorejo, Hargobinangun, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di sinilah sehari-hari sastrawan Sindhunata beraktivitas. Selain menjadi tempat tinggal pribadi, sebagian kawasan di Omah Petroek dijadikan sebagai ruang publik. Berbagai acara seperti pentas seni, acara musik, teater, bedah buku, diskusi biasa digelar di sana.
Tidak hanya itu, Omah Petroek juga bisa digunakan untuk menginap dan outbond. Di sana tersedia pula toko oleh-oleh khas dan warung kopi.
Advertisement
Patung Gus Dur
Salah satu patung ikonik di Omah Petroek ialah patung Presiden Keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Patung ini menunjukkan Gus Dur duduk di kursi di depan rumah joglo kecil. Di sampingnya, ada sebuah cangkir yang menemani sosoknya yang tampak sedang bersantai.
Pakaian yang dikenakan patung ini pun khas mendiang Gus Dur, yakni kaos yang dipadukan dengan sarung dan peci. Keberadaan patung Gus Dur ini menjadi bentuk penghargaan atas sosoknya sebagai bapak pluralisme.
Advertisement
Patung Anak Bajang
Dua patung ini menjadi patung terbaru di kawasan Omah Petroek. "Sore ini 4 patung Anak Bajang dan 1 patung Dewi karya Hardi tiba di Omah Petroek. Patung-patung ini menandai juga rangkaian peringatan 40 Tahun Anak Bajang Menggiring Angin karya Romo Sindhunata," tulis @gp_sindhunata (18/1/2021).
Anak Bajang Menggiring Angin ialah novel karya Sindhunata yang paling banyak dibicarakan orang. Novel ini memuat cerita fantasi dunia pewayangan.
Advertisement
Patung Petruk
Seperti namanya, tentu saja ada patung Petruk di Omah Petroek. Dalam cerita pewayangan, Petruk ialah seorang tokoh yang pandai berbicara dan cerdas. Secara fisik, mudah untuk mengenali Petruk di antara saudara-saudaranya yang lain, yakni bentuk hidungnya yang panjang.
Advertisement
Suasananya Asri
Foto ini menunjukkan keasrian kawasan Omah Petroek di Kabupaten Sleman. Tampak pendopo joglo khas Jawa dengan pelataran yang luas. Di sekelilingnya, pepohonan tumbuh rimbun.
Dalam suatu kesempatan, Romo Sindhunata pernah menceritakan bahwasanya kawasan Omah Petroek dulunya serupa hutan. Tak heran jika berkunjung ke sana, suasananya masih sangat asri.
Advertisement
Patung Anak Kecil
Patung unik lain yang ada di kawasan Omah Petroek berupa dua anak yang sedang bermain di dekat kolam ikan. Salah satunya hendak nekat meloncat ke kolam ikan, sementara anak yang lain berusaha menahan dengan menggenggam celananya. Patung itu menunjukkan keceriaan khas anak-anak.