Terpilih Jadi Wali Kota Pasuruan, Ini Alasan Gus Ipul Tolak Mobil Dinas Baru

Wali Kota Pasuruan terpilih pada Pilkada 2020 Saifullah Yusuf menolak pengadaan mobil dinas baru. Ini alasannya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Terpilih Jadi Wali Kota Pasuruan, Ini Alasan Gus Ipul Tolak Mobil Dinas Baru
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf. ©2021 Merdeka.com/liputan6.com

Wali Kota Pasuruan terpilih pada Pilkada 2020 Saifullah Yusuf menolak pengadaan mobil dinas baru. Pasalnya, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengaku prihatin dengan situasi pandemi Covid-19.

"Pada masa seperti ini, tidak selayaknya pemerintah menggunakan anggaran membeli kendaraan dinas baru," terang Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 5 Januari 2021.

Alasan Tolak Mobil Baru

Berdasarkan penjelasan Gus Ipul, mobil dinas dari wali kota saat ini masih layak untuk dijadikan kendaraan orang nomor satu di Pemkot Pasuruan berikutnya.

Di tengah situasi pandemi yang tak menentu, mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu meminta seluruh belanja yang belum mendesak lebih baik ditunda dan dialihkan untuk keperluan penanganan Covid-19.

"Lebih baik belanja yang masih bisa ditunda, seperti membeli mobil dinas, dialihkan untuk membelanjakan keperluan yang dibutuhkan masyarakat, seperti membeli mesin tes cepat antigen, ambulans serta keperluan-keperluan lain untuk mengatasi pandemi," ungkapnya, dikutip dari liputan6.com (6/1).

Konsentrasi Pemerintah

Saat ini, lanjut Gus Ipul, konsentrasi pemerintah harus sepenuhnya tercurah untuk menangani pandemi Covid-19. Dengan demikian, program kerja pemerintah juga harus fokus terhadap penanganan ini.

"Sebentar lagi juga harus bersiap menghadapi vaksinasi sekaligus juga membenahi sarana kesehatan di Kota Pasuruan. Jadi, sekali lagi, kendaraan dinas baru untuk wali kota belum diperlukan," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Penanganan dan Pengendalian Covid-19 Pemprov Jatim, hingga Senin (4/1), jumlah kasus positif di Kota Pasuruan mencapai 1.018 kasus. Rinciannya, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 862 kasus, meninggal dunia sebanyak 112 kasus, dan sisanya masih menjalani perawatan.

Rekomendasi