Demam tifoid atau tifus merupakan masalah serius di berbagai belahan dunia. Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai efek samping, termasuk sakit kepala, kelelahan, sakit perut, serta diare.
Meskipun perubahan pola makan tidak dapat menyembuhkan penyakit dan pengobatan biasanya melibatkan penggunaan antibiotik, beberapa modifikasi pola makan dapat membantu meringankan gejalanya.
Demam tifoid adalah jenis infeksi bakteri yang biasanya ditularkan melalui konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi Salmonella typhi.Gejala tifus dapat berupa demam, sakit kepala, kelelahan, penurunan berat badan, diare, sakit perut, dan kehilangan nafsu makan.
Meskipun mengubah pola makan Anda tidak dapat mengobati demam tifoid, diet tifoid ini dapat membantu meringankan gejala tertentu. Secara khususnya, memilih makanan padat nutrisi yang mudah dicerna akan dapat membantu memberikan energi yang tahan lama serta meredakan masalah gastrointestinal.
Diet tifoid merupakan salah satu pola makan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit tifoid itu sendiri. Agar Anda lebih mengerti mengenai langkah-langkahnya, berikut ini merdeka.com telah merangkum manfaat diet tifoid dan makanan yang dianjurkan, yang dilansir dari healthline.
Advertisement
Langkah yang Dilakukan
Diet tifoid merupakan diet yang difokuskan untuk meringankan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh demam tifoid sekaligus memastikan bahwa tubuh Anda mendapatkan cukup energi.
Makanan yang memiliki kandungan serat tinggi mungkin sulit dicerna sehingga dapat memperburuk masalah pencernaan yang disebabkan oleh demam tifoid, harus dibatasi. Ini termasuk makanan seperti buah dan sayuran mentah, biji-bijian, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan.
Sebaliknya, Anda harus memasak makanan secara menyeluruh, memilih buah-buahan kalengan atau tanpa biji, dan memilih biji-bijian olahan daripada biji-bijian kaya serat.
Makanan lain yang mungkin sulit dicerna juga harus dibatasi, termasuk makanan berlemak atau pedas.
Minum banyak air juga penting. Namun, karena demam tifoid disebabkan oleh kontaminasi bakteri, jika Anda berada di daerah di mana demam tifoid biasa terjadi, pilih air kemasan dan hindari minuman dengan es, kecuali es dibuat dari air kemasan atau air matang.
Namun, yang terpenting adalah selalu mencuci tangan Anda secara teratur, cuci semua produk dengan seksama, dan hindari daging mentah, ikan mentah, dan produk susu yang tidak dipasteurisasi.
Anda juga harus menghindari mengonsumsi makanan atau minuman dari sumber yang tidak diketahui, seperti pedagang kaki lima, dan sebagai gantinya menyiapkan makanan di rumah.
Advertisement
Makanan yang Direkomendasikan dan Perlu Dihindari
Dalam menjalankan diet tifus, ada beberapa makanan yang direkomendasikan serta ada juga beberapa makanan yang perlu dihindari. Pada pola diet tifoid ini, disarankan untuk memilih makanan rendah serat, seperti sayuran matang, buah-buahan matang beserta biji-bijian olahan. Penting juga untuk tetap terhidrasi dan minum banyak air.
Berikut beberapa makanan untuk dinikmati pada diet tifus:
- Sayuran yang dimasak: kentang, wortel, kacang hijau, bit, labu
- Buah-buahan: pisang matang, melon, saus apel, buah kaleng
- Biji-bijian: nasi putih, pasta, roti putih, kerupuk
- Protein: telur, ayam, kalkun, ikan, tahu, daging giling
- Produk susu: susu pasteurisasi rendah lemak atau bebas lemak, yogurt, keju, dan es krim (sesuai toleransi)
- Minuman: air kemasan, teh herbal, air kelapa, jus, kaldu
Makanan yang harus dihindari
Makanan yang tinggi serat harus dibatasi pada diet tifus untuk membantu melancarkan pencernaan. Ini termasuk buah dan sayuran mentah, biji-bijian, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan.
Makanan pedas dan makanan yang tinggi lemak juga mungkin sulit dicerna dan harus dibatasi pada diet tifus.
Berikut beberapa makanan yang harus Anda batasi atau hindari:
- Sayuran mentah: brokoli, kangkung, kembang kol, kubis, bawang
- Buah-buahan: buah kering dan beri mentah, nanas, dan kiwi
- Biji-bijian utuh: quinoa, couscous, barley, buckwheat, beras merah
- Kacang: almond, pistachio, kacang macadamia, kenari
- Biji: biji labu kuning, biji rami, biji chia
- Kacang-kacangan: kacang hitam, kacang merah, lentil, buncis
- Makanan pedas: paprika pedas, jalapeños, paprika, cabai rawit
- Makanan berlemak: donat, stik mozarella, ayam goreng, keripik kentang, onion ring
Advertisement
Manfaat Potensial yang Lain
Diet tifoid merupakan diet rendah serat yang dapat bermanfaat untuk kondisi gastrointestinal tertentu. Faktanya, diet rendah serat terkadang digunakan untuk mengobati sindrom iritasi usus besar (IBS), suatu kondisi yang ditandai dengan gejala seperti gas, kembung, dan diare.
Sebuah studi juga menunjukkan bahwa mengikuti diet dengan rendah serat seperti konsumsi makanan yang mudah dicerna seperti pisang, nasi putih, saus apel, dan roti panggang dapat membantu mengatasi diare. Hal itulah yang mendasari bahwa diet tifoid akan direkomendasikan untuk langkah penyembuhan demam tifoid.