Stigma adalah Ciri Negatif yang Diakibatkan Pengaruh Lingkungan, Simak Penjelasannya

Stigma diciptakan oleh masyarakat saat melihat sesuatu yang dianggap telah menyimpang ataupun aneh karena ada hal yang tidak seperti sewajarnya.

Rakha Fahreza Widyananda
Stigma adalah Ciri Negatif yang Diakibatkan Pengaruh Lingkungan, Simak Penjelasannya
Ilustrasi diskriminasi. ©Shutterstock/iofoto

Stigma adalah sebuah pikiran, pandangan, dan juga kepercayaan negatif yang didapatkan seseorang dari masyarakat ataupun juga lingkungannya. Stigma biasanya berupa labelling, stereotip, separation, serta diskriminasi sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi diri seorang individu secara keseluruhan.

Stigma diciptakan oleh masyarakat saat melihat sesuatu yang dianggap telah menyimpang ataupun aneh karena ada hal yang tidak seperti sewajarnya. Stigma biasanya diciptakan oleh masyarakat untuk menilai sesuatu hal yang memalukan ataupun tidak sesuai dengan nilai-nilai yang telah dianut, sehingga hal tersebut nantinya akan dapat menyebabkan penurunan rasa percaya diri, motivasi, penarikan diri dari lingkungan sosial, menghindar pekerjaan, serta kehilangan arah masa depan.

Stigma juga dapat diartikan sebagai sebuah cap atau label kepada seseorang dari masyarakat sosial karena adanya sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan kebiasaan mereka.

Agar dapat mengetahui secara lebih rinci, berikut ini kami telah rangkum pengertian stigma dan penjelasannya yang dilansir darirrdiantristiana-fkp.web.unair.ac.id.

Pengertian Stigma

Stigma berasal dari bahasa Inggris yang artinya noda atau cacat. Stigma adalah sebuah ketidaksetujuan masyarakat terhadap sesuatu seperti contohnya sebuah tindakan atau kondisi.

Beberapa pengertian stigma menurut para ahli:

-Thesaurus

Stigma adalah brand, tanda atau noda. Kata brand sendiri didefinisikan sebagai nama yang telah diberikan untuk sebuah produk atau layanan, tanda adalah yang membedakan simbol, sedangkan noda didefinisikan sebagai simbol aib atau keburukan.

-Jones

Stigma adalah penilaian masyarakat terhadap perilaku atau karakter yang dinilai tidak sewajarnya. Stigma sendiri adalah fenomena yang sangat kuat yang telah terjadi di masyarakat, dan juga terkait erat dengan nilai yang ditempatkan pada beragam aktivitas sosial.

-Chaplin

Stigma adalah suatu cacatan atau sebuah celaan pada karakter seseorang.

-Menurut Goffman

Stigma adalah tanda atau ciri yang telah menandakan pemiliknya membawa sesuatu yang buruk dan oleh sebab itu dinilai lebih rendah dibandingkan dengan orang normal.

Penyebab Stigma

Butt (2010) telah menjelaskan bagaimana sebuah stigma tersebut dapat terjadi di berbagai tingkat dan penyebabnya, di antaranya :

1. Diri: berbagai mekanisme internal yang telah dibuat diri sendiri

2. Masyarakat: gosip, pelanggaran, serta pengasingan di tingkat budaya dan masyarakat.

3. Lembaga: perlakuan prefensial atau suatu diskriminasi dalam lembaga.

4. Struktur: lembaga yang lebih luas contohnya kemiskinan, rasisme, serta kolonialisme yang terus-menerus mendiskriminasi suatu kelompok tertentu.

Terjadinya Stigma

Stigma dapat terjadi dengan adanya suatu proses. Menurut Pfuhl, proses terjadinya stigma dalam masyarakat dapat terjadi melalui tiga tahapan, yaitu:

1. Proses interpretasi: pelanggaran norma yang telah terjadi di masyarakat tidak semuanya mendapatkan stigma masyarakat, tetapi hanya pelanggaran norma yang diinterpretasikan oleh masyarakat tentang suatu penyimpangan perilaku yang dapat menimbulkan stigma.

2. Proses pendefinisian seseorang yang telah dianggap menyimpang setelah adanya tahap pertama akan dilakukan, di mana di sini akan terjadi interpretasi terhadap suatu perilaku menyimpang , maka tahap inilah proses pendefinisian oleh masyarakat dimulai.

3. Perilaku diskriminasi: yaitu tahap selanjutnya setelah tahap kedua dilakukan. Masyarakat akan memberikan perlakuan yang bersifat membedakan atau diskriminasi.

Komponen Stigma

1. Labelling: adalah pembedaan dan pemberian label atau penamaan berdasarkan pada perbedaan yang dimiliki anggota masyarakat tersebut. Sebagian besar perbedaan individu sebetulnya tidak dianggap relevan secara sosial, tetapi beberapa perbedaan dapat menonjol secara sosial. Labelling sendiri merupakan suatu tanda dari masyarakat terhadap individu karena adanya stigma yang telah diberikan.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa labelling merupakan penamaan berdasarkan kepada perbedaan yang dimiliki oleh kelompok tertentu.

2. Stereotype: adalah kerangka berpikir atau aspek kognitif yang terdiri dari suatu pengetahuan dan keyakinan mengenai kelompok sosial tertentu. Stereotype merupakan suatu keyakinan mengenai karakteristik tertentu dari anggota kelompok tertentu.

Hal ini merupakan komponen kognitif yang merupakan keyakinan mengenai atribut-atribut personal yang dimiliki oleh orang-orang pada suatu kelompok tertentu atau kategori sosial tertentu.
3. Separation: adalah pemisahan seseorang yang telah mendapatkan stigma dengan suatu kelompok yang tidak mendapatkan stigma. Hubungan label dengan atribut negatif nantinya akan menjadi suatu pembenaran ketika individu yang dilabel percaya bahwa dirinya memang berbeda dan hal tersebut menimbulkan paham bahwa stereotip telah berhasil.

4. Diskriminasi: adalah suatu perilaku yang merendahkan orang lain karena keanggotaannya dalam suatu kelompok.

Diskriminasi sendiri merupakan suatu komponen dari perilaku yang merupakan suatu perilaku negatif terhadap seorang individu karena individu tersebut merupakan seorang anggota dari kelompok tertentu.

Rekomendasi