6 Cara Menjaga Napas Tetap Segar Selama Bulan Puasa, Mudah Dilakukan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ketika sedang berpuasa, bau mulut menjadi kurang sedap. Hal ini dikarenakan mulut dalam kondisi kering (xerostomia) dan tidak memiliki aktivitas mengolah makanan seperti biasa. Berikut adalah 6 cara menjaga napas tetap segar meski sedang berpuasa.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
6 Cara Menjaga Napas Tetap Segar Selama Bulan Puasa, Mudah Dilakukan
Ilustrasi bernapas. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Stephane Bidouze

Sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa ketika sedang berpuasa, bau mulut menjadi kurang sedap. Hal ini dikarenakan mulut dalam kondisi kering (xerostomia) dan tidak memiliki aktivitas mengolah makanan seperti biasa. Ditambah, adanya pertumbuhan bakteri dalam mulut dan kondisi lambung yang kosong. Bau mulut yang kurang sedap atau yang dikenal juga dengan halitosis ini menjadi sesuatu yang tidak terelakkan.

Hal ini cenderung akan mengurangi rasa percaya diri seseorang. Apalagi sedang berpuasa, pekerjaan yang mengharuskan interaksi dengan orang juga tetap harus dijalankan. Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa melakukannya dengan beberapa cara. Salah satu di antaranya dengan banyak mengonsumsi buah-buahan.

Berikut 6 cara menjaga napas tetap segar meski sedang berpuasa. Cara-cara ini mudah dipraktikkan dan pastinya ampuh membantu kesegaran mulut Anda selama bulan puasa.

1. Perbanyak Minum Air Putih Saat Sahur dan Berbuka

Cara menjaga napas tetap segar selama bulan puasa yang pertama dengan mengonsumsi air putih yang banyak pada saat sahur dan buka puasa. Disarankan agar Anda meminum 8 hingga 10 gelas air putih setiap harinya Ketika bulan puasa, guna meminimalisir bau mulut di siang hari saat Anda harus beraktivitas di luar.

Mengonsumsi air putih akan membantu meningkatkan produksi air liur dalam mulut yang dapat membantu menjaga kebersihan mulut yang kering. Selain itu, konsumsi air putih minimal 8 gelas sehari juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat sedang berpuasa. Anda akan tetap terhidrasi dan bertenaga untuk beraktivitas sepanjang hari.

2. Konsumsi Makanan yang Tepat

Cara menjaga napas tetap segar selama bulan puasa yang kedua dengan rutin mengonsumsi makanan-makanan yang dapat membantu meredam atau mengurangi bau mulut. Disarankan bagi Anda untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Dua makanan ini terbukti dapat membantu napas tetap segar selama seharian berpuasa. Terutama buah-buahan yang mengandung banyak air seperti melon dan semangka. Sementara, buah dan sayur lain yang dapat membantu mencegah bau mulut adalah bengkuang, apel, wortel, jeruk, nanas.

Produk dairy seperti susu dan yoghurt juga dapat meminimalisir napas tidak segar. Yoghurt mengandung bakteri sehat Lactobacillus yang dapat membantu menghilangkan bakteri jahat. Ada baiknya yoghurt yang dikonsumsi adalah yoghurt plain atau original. Susu juga baik untuk menghilangkan bau mulut tidak sedap. Konsumsi keduanya saat sahur, untuk bantu mencegah napas tidak segar di siang hari.

3. Minum Teh Hijau

Cara menjaga napas tetap segar selama bulan puasa yang ketiga dengan mengonsumsi minuman teh hijau. Selain air putih, buah dan sayur, ternyata mengonsumsi teh hijau juga dapat membantu mengatasi masalah bau mulut ketika sedang berpuasa. Teh hijau yang diminum sebaiknya jangan ditambahi gula.

Kandungan polifenol dan antioksidan pada teh hijau diketahui bermanfaat untuk mengatasi dan mencegah pertumbuhan bakteri pada saluran pernapasan dan mulut. Teh hijau juga membantu mengurangi radang rongga mulut dan gangguan pernapasan akibat asap rokok. Selain itu, teh hijau mengandung zat aktif yang bantu menghilangkan plak pada gigi.

Dengan rutin mengonsumsi teh hijau saat sahur dan berbuka, Anda tidak perlu takut lagi pada bau napas yang tidak segar.

4. Sering Berkumur Dengan Mouthwash

Cara menjaga napas tetap segar selama bulan puasa yang ke empat dengan sering-sering berkumur menggunakan mouthwash. Menyikat gigi saja tidak cukup untuk mencegah kemunculan bau mulut. Untuk itu, Anda perlu melakukan Langkah tambahan agar napas terjaga kesegarannya. Berkumur dengan mouthwash berfungsi untuk membersihkan seluruh area mulut dan sela-sela gigi dari serangan bakteri yang masih mengendap.

Pastikan untuk memilih obat kumur atau mouthwash yang tidak mengandung alkohol. Pilih yang mengandung antiseptik, karena antiseptic membantu membunuh kuman dan bakteri penyebab bau mulut. Dengan berkumur secara teratur, Anda dapat tetap menjaga kesegaran napas dan menjalani aktivitas dengan percaya diri sepanjang hari.

5. Rajin Bersihkan Karang Gigi

Cara menjaga napas tetap segar selama bulan puasa yang kelima dengan rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut pada dokter gigi. Keberadaan karang gigi yang menumpuk adalah penyebab utama munculnya masalah bau napas yang tidak segar. Anda disarankan untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut secara rutin dan melakukan perawatan pembersihan karang gigi paling tidak 6 bulan sekali.

Dan biasanya, gigi berlubang juga merupakan masalah bau mulut pada seseorang. Untuk itu, kunjungi dokter gigi Anda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut agar bau napas yang tidak segar dapat dihindari bukan hanya Ketika sedang berpuasa.

6. Jaga Kebersihan Lidah

Cara menjaga napas tetap segar selama bulan puasa yang terakhir adalah dengan turut memperhatikan kebersihan lidah. Seperti halnya kebersihan gigi, lidah juga membutuhkan perhatian khusus. Bedanya, perawatan lidah tidak serumit dan memakan banyak biaya. Agar napas segar dapat bertahan dengan lebih lama, rajin menggosok gigi dan berkumur dengan mouthwash saja belum cukup. Anda harus ikut menyikat lidah Anda secara lembut, dengan sikat gigi yang berbulu halus.

Bakteri penyebab bau mulut juga berkembang biak di lidah. Saat ini telah banyak tersedia alat pembersih lidah yang dapat Anda temukan di toko-toko ataupun apotek terdekat. Pastikan alat pembersih lidah Anda dalam keadaan bersih Ketika akan digunakan.

Rekomendasi