Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pria di Gresik Ini Terpaksa Tinggal di Gua Setelah Jual Rumah, Begini Kondisinya Kini

Pria di Gresik Ini Terpaksa Tinggal di Gua Setelah Jual Rumah, Begini Kondisinya Kini Dinding-dinding di Gunung Kapur Sekapuk. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Suparjo, warga Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dikabarkan hidup sehari-hari di dalam gua. Ia mengaku terpaksa hidup di gua setelah rumah dan tanahnya di Desa Sekapuk dijual kepada Mulyadi, warga Paciran, Kabupaten Lamongan pada 2004 silam.

Sebelum tinggal di gua, Suparjo sempat mengadu nasib ke Malaysia. Sepulangnya dari Negeri Jiran itu ia memutuskan hidup di dalam gua lantaran dirasa dekat dengan tempatnya bekerja saat ini di kawasan produksi batu kapur, seperti dilansir liputan6.com, Jumat, 22 Januari 2021.

Diberi Fasilitas Kontrakan

gapura desa sekapuk

©2020 Merdeka.com/desasekapuk.com

Kepala Desa Sekapuk, Abdul Halim mengatakan bahwa ia mengetahui ada warganya yang hidup bertahun-tahun di gua. Ia lantas menggali informasi lebih lanjut terkait kehidupan Suparjo.

"Hari ini kami panggil untuk tabayyun. Tadi sudah klir semua, kemudian kami berikan fasilitas rumah kontrakan dibayar oleh pemerintah desa selama satu tahun," ujar Halim.

Suparjo pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan pemerintah desa. "Kami berterima kasih atas fasilitas rumah kontrakan yang diberikan oleh pemerintah desa. Terima kasih juga ke Pak Kades yang peduli dengan saya," terang Suparjo, Kamis (21/1).

Punya Lahan Garapan

gunung kapur sekapuk gresik

©2020 Merdeka.com/royale.travel

Sebagai informasi, Suparjo memiliki lokasi garapan lahan untuk produksi bata putih. Dalam operasionalnya, ia merekrut karyawan sebanyak 5 orang. Bahkan, dalam satu bulan terakhir ia mendapatkan uang Rp4 juta dengan rincian per minggu sebesar Rp800 ribu, Rp900 ribu, Rp1,3 juta.

Meski demikian, dalam audiensi dengan pihak pemerintah desa, Suparjo mengaku ingin mendapatkan bantuan sosial. Sebagai orang nomor satu di desa, Halim akan mengusulkan warganya ini agar mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah pusat.

"Karena permintaannya ingin dapat bantuan, ya tetap kami usulkan. Sebelumnya, Pak Parjo ini tidak pernah datang ke balai desa. Malah kondisi sebenarnya dia mampu beli sepeda baru, HP, dan usahanya juga lancar," ungkap Halim.

Dalam pertemuan yang disaksikan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta perangkat desa, Suparjo akan kembali berdomisili di kampung lagi tepatnya di RT 3 RW 5, Desa Sekapuk.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP